Jayapura,Suara Mee – Melihat rencana Pemerintah kabupaten Dogiyai akan mekarkan Distrik dan kampung di kabupaten Dogiyai, mahasiswa Dogiyai di Jayapura tegas menyatakan sikap tolak Pemekaran ini, berlangsung di Asrama Serviam Kamuu Perumnas 1 Waena Jayapura senin (13/04/2021)

Kordinator gerakan mahasiswa (germas) Yanuarius Tebai menyatakan, pemekaran distik dan kampung yang di rencanakan Pemerintah kabupaten Dogiyai tidak memenuhi syarat administratif, diantaranya; sumber daya manusia tidak tersedia, Jumlah penduduk masih kurang bahkan letak geografisnya berdekatan,” katanya.

“Jika pemekaran distrik dan desa ingin dimekarkan, setidaknya Pemerintah kabupaten Dogiyai mesti melakukan sosialisasi ke masyarakat, bersama kaum intelektual, tokoh adat,dan tokoh agama , sosialisasikan dampak positif dan negatif dari kehadiran Distrik dan Kampung itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu Natalis Dogomo mengatakan, Aktor-aktor yang sedang berjuang keras untuk mekarkan distrik dan kampung adalah murni kepentingan tertentu, tanpa mempertimbangkan dampak buruk dari kehadiran Distrik dan Kampung itu sendiri,” katanya.

Di bawah Ini isi Pernyataan sikap Mahasiswa Dogiyai dijayapura.

1.Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Menolak pemekaran distrik dan desa, melihat distrik dan desa yang ada saja masih belum mampu sejahterakan masyarakat

2.Rakyat dogiyai stop meminta pemekaran distrik dan kampung, karena hal itu mendatangkan malapetaka bagi masyarakat.

3.Pelajar dan mahasiswa dogiyai menolak Pemekaran Distrik dan Kampung itu karena tidak memenuhi syarat administratif.

4.Pelajar dan mahasiswa dogiyai, mengutuk keras para elit politik yang berjuang untuk pemekaran demi kepentingan tertentu.

5.Pemekaran itu adalah murni inisiatif pemerintah bukan kemauan rakyat, maka dengan tegas kami tolak.

Jika sikap kami tidak di indahkan pemerintah kabupaten Dogiyai, maka kami mahasiswa bersama rakyat Dogiyai siap melakukan Demonstrasi secara besar besaran.

Reporter : Melkianus Tebai
Editor : Admin

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *