Manokwari Suara Mee.ComIMPT Mengklarifikasi Berita Bohong Di Manokwari

Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) bersama masyarakat pegunungan tengah di Manokwari mengklasifikasi berita hoaks yang menyebutkan orang wamena khusus Yalimo yang menjadi pelaku pembunuhan orang biak pada minggu (18/4/2021) di jalan Muliono, Bumi Marina Manokwari Papua Barat.

Dalam jumpa pers ini, dihadiri perwakilan orang tua, pembina, dewan penasehat organisasi DPO, Badan Pengurus dan puluhan anggota IMPT.

Mereka mengklarifikasi berita bohong dalam jumpa pers di Sekretariatan IMPT, belakang kantor lurah Amban Manokwari. Selasa, 20/04/2021 Berita pembunuhan yang sedang beredar kepada seluruh lapisan masyarakat sekitar kota Manokwari yang memprovokasi masyarakat itu berita hoaks.

“Kami seluruh mahasiswa bersama masyarakat belum pernah bergabung dalam masalah pembunuhan yang terjadi kemarin hari minggu di Bumi Marina,” kata Arnord Halitopo selaku pembina IMPT kepada beberapa wartawan di Manokwari.

Ia mengatakan “agar masyarakat Manokwari tidak cepat terporovokasi terhadap berita bohong tersebut, karena berita tersebut saat terjadi masalah belum menverifikasi kepada kami yang disebutkan sebagai pelaku,” tegasnya.

Jika dikemudian hari terjadi seperti ini, maka tegas Arnol “kami akan mengunakan ketentuan UU ITE pasal 28 ini, dikenakan sanksi yang diatur dalam Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan penasihat organisasi IMPT Marselino Pigai mengingkatkan kepada wartawan media terkait agar untuk mematuhi kode etik jurnalisme.

“Selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi,serta menerapkan asas praduga tak bersalah,” jelasnya.

Seperti masalah kemarin itu, kami ikatan mahasiswa pegunungan tengah maupun masyarakat belum pernah bergabung. Dan kalau dikemudian hari terjadi sama hal maka kami akan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada” kata Pigai selaku DPO pada kesempatan sama.

Badan Pengurus IMPT Sopyan Kogoya mengajak kepada seluruh anggota IMPT, 16 Kordinator Wilayah (Korwil), kontrakan dan gubuk agar kedepan penting tidak terpengaruh cepat beralkohol miras, tetapi harus menjaga nama baik organisasi IMPT.

“Melalui komsumsi minuman keras kita bisa terjadi masalah seperti hari minggu kemarin di marina dan bisa merusak nama baik IMPT. Karena konsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai jenis janker terutama kanker hati dan kematian,” kata Ketua IMPT di halaman Sekretariatan.

Perwakilan anggota IMPT Emanuel Ukago mengatakan agar media terkait memperbaiki berita yang keliru kepada masyarakat.

“Hari juga kami tetap berduka bersama dengan keluarga kawan kami yang berkorban, maka itu pemerintah juga penting perdakan larangan komsumsi minuman keras baik itu dalam kampus maupun diluar,” jelasnya.

Ia meminta juga kepada pimpinan redaksi “penting selalu menguji informasi, dan memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga kepada yang tak bersalah.Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul,” kata Emanuel Ukago.

Ia meminta pihak terkait agar “segera mencabut atau meralat serta memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca dan pendengar serta pemirsa,” perintahnya.

“Ukago meminta lagi kepada media terkait kedepan harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Harus menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik,” pintanya.

Perwakilan orang tua di Manokwari Adalof F. Dimi membenarkan pendapat pembina.

“Kami masyarakat bersama mahasiswa tidak pernah terprovokasi dalam pembunuhan insiden kemarin. Maka kami berharap kedepan media lokal maupun nasional di Manokwari harus independen dan jangan menyebutkan identitas orang tanpa ada konfirmasi,” tegasnya.

Reporter: Jefry Giay

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *