Jayapura,Suara Mee.com- Mahasiswa kamuu di Jayapura mengenang 37 Tahun kematian Tuan Arnold C. Ap.

Mahasiswa Kamuu di Jayapura gelar Diskusi guna Mengenang 37 tahun kematian Arnold Clemes Ap 26 april 1984, di Asrama Serviam Kamuu Perumnas I waena Senin (26/04/2021) Anggota I bidang sumber daya manusia (SDM) mecky You Menyatakan, diskusi bebas ini dilakukan untuk memperingati kembali 37 tahun kematian Arnold C. Ap seorang seniman dan budayawan papua.

” Dalam diskusi bebas ini kami mengisi dengan beberapa kegiatan,yakni: Pembacaan riwayat hidup, kronologi kematian tuan arnold C. Ap, pembacaan puisi dan pemasangan lilin.

Selain itu ketua FK-PMLHK Fransiskus Yobee mengucapkan “Terimakasih kasih kepada bidang SDM yang sudah mengakomodir seluruh mahasiswa Kamuu untuk diskusi bersama untuk memperingati hari kematian arnold C. Ap,” katanya.

“Diskusi seperti ini, kata Frans harus di lakukan demi mengenang setiap jasa para leluhur yang berjasa untuk tanah Papua ini, seperti Arnol C Ap, dan para tokoh pejuang lain yang telah gugur demi pembebasan Tanah Papua,” katanya.

Sementara itu Pembina FK-PMlHK Ricky Dogomo Mengatakan, Apakah kita mau mewariskan penderitaan kepada anak cucu kita, apa yang mesti kita lakukan untuk memerangi penjajahan yang sedang meraja lelah dengan kemampuan yang kita miliki.

“Dalam (Filipi 1:21) tertulis ” Bagiku Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” kenapa kita melakukan perlawanan demi Papua yang damai dan merdeka! kita adalah rakyat Papua yang terjajah, tidak ada membedakan kita, status kita hari ini terjajah, mau tidak mau itulah kenyataannya. Mari kita lawan,” katanya.

“Apakah kematian bapa budayawan sekaligus musisi legendaris Arnold c. ap cukup menjadi peringatan, atau menjadi momentum agar kita semakin sadar dan melawan segala macam penindasan diatas tanah ini.

Harapan kita adalah mencapai tujuan yang cukup lama kita nanti nantikan “Memperoleh Kebebasan”. semoga melalui kematian dan perjuangan tuan Alm. Arnold C. Ap ini menjadi motivasi dasar untuk kita lepas dari bingkai NKRI.

Reporter : Melkianus Tebai

Editor : Nelles Tatogo
Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *