Jawa Suara Mee.com – Ruang Demokrasi di Bungkam, ini Pernyataan Sikap Mahasiswa Deiyai
Terhadap pembungkaman ruang demokrasi Aksi Mimbar bebas di Deiyai untuk menolak Pemekaran Papua tengah dan Otsus Jilid II pada 18/04/21 lalu, Kami Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa/i Deiyai (FORKOPMADE) se-Jawa dan Bali,
dengan tegas menyatakan bahwa

1.Kami mengutuk pihak-pihak yang mengintimidasi masyarakat Deiyai dengan cara mengaitkan peristiwa Deiyai berdarah pada tahun 2019 serta membangun isu-isu yang tidak benar dan memberikan berbagai alasan untuk membungkam ruang demokrasi.
2.Kami meminta kepada pihak TNI/POLRI, POLPP, serta pemerintah daerah agar memberikan ruang demokrasi secara luas.

3.Kami meminta kepada berbagai oknum-oknum yang ada agar tidak memprovokasi dengan membangun isu-isu yang tidak benar.

4.Kami meminta kepada pihak-pihak yang mengaku sebagai tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh agama agar tidak mengambil kesimpulan tanpa sepengetahuan masyarakat Deiyai.

5.Kami mengutuk pihak-pihak yang menolak aksi mimbar bebas tentang penolakan pemekaran Papua tengah serta tolak Otsus Jilid II dengan alasan apapun.

6.Kami mengutuk keras atas tindakan TNI/POLRI yang mengambil alih untuk mengajar di sekolah-sekolah yang ada di Deiyai.

7.Kami meinta kepada pemerinta Deiyai, segera membuka ruang demokrasi. Berdasarkan konstitusi bahwa setiap orang berhak menyampaikan pendapatnya di muka umum di jamin dalam UUD pasal 28 tahun 1945.

Reporter: Simion Kotouki

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *