Freddy Efendy Degei kepada -Doc.Pribadi

Nabire, Suara Mee – Ketua Komunitas Mee Yoka (KOMEE) Fredy Efendy Degei mengatakan, peminat sepak bola di wilayah adat Meepago, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Intan Jaya, Mimika semakin laris manis. Namun sayangnya tidak ada wadah untuk menghimpun generasi muda tersebut.

“Bakat pesepak bola asal Meepago itu muncul dari ketekunan mereka berlatih, tapi juga bakat alamiah yang muncul sendirinya. Ini potensi yang harus dilihat oleh pemerintah daerah, bahkan pihak swasta yang ada di wilayah adat Meepago,” katanya kepada Suara Meepago, di Kali Harapan, Jumat, (30/4/2021).

Degei resah, apabila para pemain muda potensial ini tidak diakomodir dalam satu wadah oleh pemerintah. Mereka tidak akan menjadi pemain profesional karena tidak disuport.

“Dengan demikian bakat alaminya tidak berkembang dan Meepago tidak akan berkembang dalam potensi sepak bola,” katanya.

Agar pesepak bola ini berkembang, kata Degei, minimal ada satu group sepak bola dari wilayah adat meepgo yang bisa berkompetisi di liga liga yang lebih besar lagi.

“Apabila kita berharap pada persipura atau group sepak bolalainnya. Tentu bakat alamiah pesepak bola di wilayah adat meepago itu akan mati. Hal itu sangat disayangkan,”katanya.

Lanjut Degei, pemerintah harus punya alternatif untuk menyediakan wadah. Selain membuat event harus ada wadah juga.

“Menurut saya dengan ada wadah yang disiapkan oleh pemerintah itu dapat mengakomodir para pecinta sepak bola meepago untuk memoles hobi mereka,”katanya.

Degei mengatakan, generasi muda dengan bakat bermain bola yang bagus ini ibarat dibuang dalam lumpur. “Kalau tidak ada wadah sayang saja. Sepak bola akan menjadi sesuatu yang tabu, padahal melalui sepak bola kita bisa mengangkat harga diri anak-anak daerah,”katanya.

Sementara itu Manajer Koteka Putra, Otto Gobai mengatakan dirinya terus membina anak-anak muda untuk khususnya usia 10-18 tahun untuk melatih bakat mereka.

“Saya lihat potensi sangat besar, hanya kami terkadang kendala di dana untuk membina anak-anak muda potensial ini,” katanya.

Gobai mengatakan, ia komiten bahwa dengan dibinanya koteka putra akan melahirkan, generasi muda potensial dari berbagai suku yang dilatihnya.

“Saya melatih generasi muda Papua. Tidak hanya dari Meepago sebab semua anak Papua harus maju menunjukan bakat mereka,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *