MRP Dan IPDN Papua Diminta Melihat Permainan Penghilangan Nama Calon IPDN Afirmasi

Jayapura, SUARA MEE – Majelis Rakyat Papua, Dan IPDN Kampus Papua diminta untuk melihat adanya pengalihan nama kuota calon siswa IPDN untuk formasi Afirmasi Kabupaten Tolikara dari Kabupaten lain.

Hal ini di ungkapkan, salah satu Purna Praja IPDN yang juga berkerja di BKD Tolikara itu Misael H, Wakerkwa, S.STP. Ia menyayangkan adanya perubahan nama afirmasi IPDN anak asli Tolikara dari Kabupaten Lain.

“Saya sebagai Purna Peraja angkatan 23 Wamena yang bekerja di Kabupaten Tolikara sangat menyangkan panitia penerimaan Karena kuota IPDN tahun ini Kabupaten Tokikara di Tiadakan,” katanya melalui sambungan telepon selulernya, Kamis pekan lalu.

Dia mempertanyakan tidak adanya kuota untuk anak-anak Kabupaten Tolikara sementara dalam kuota akfirmasi Kabupaten tolikara mendapat tempat namun tidak ada nama.

“Tidak ada nama anak asli tolikara dalam kuota afirmasi mereka sementara yang diisi dari kabupaten lain contohnya, nama yang lulus, ada dua orang dari Tolikara tapi di disini dari kabupaten lain, sama halnya dengan kabupaten lain meski mendapat kuota tetapi nama anak tolikara dari kabupaten tersebut tidak mendapat namun diisi oleh orang lain dari kabupaten lain,” katanya.

Hal ini dia mengatakan hal perlu menjadi perhatian serius dari panitia penerimaan dalam hal ini Pihak IPDN sesuai kuota Kabupaten karena merugikan anak asli dan pemerintah daerah untuk menjadi aset dalam pemerintahan.

“Hal ini harus di evaluasi ini sudah merugikan daerah sebab bukan kuota anak asli yang diangkat Tetapi malah orang lain dari daerah lain, ini yang sangat di sayangkan dan ini ada kesengajaan maka harus dilihat ada permainan orang orang tertentu,” katanya.

Untuk itu, Wakerkwa meminta kepada Lembaga Majelis rakyat Papua dan juga kampus IPDN Papua untuk melihat hal ini secara serius karena ada permainan dari pihak-pihak tertentu.

“Afirmasih saja bisa di permainan, apalagi yang lain dan saya sebagai purna Praja IPDN merasa sangat dirugikan apalagi untuk Kabupaten tolikara yang di mana kuotanya dirampas oleh kabupaten lain, karena SDM anak asli Tolikara tahun dihilangkan maka ini harus diikuti dan ditanggapi serius, ” katanya.

Reporter : Hendrik Yeimo
Editor : –

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *