Surat terbuka dari KMPY se-Jayapura untuk orang tua di Yahukimo

Jayapura, SUARA MEE- Demi menanggapi situasi konflik Horizontal yang tengah mengarah pada perpecahan antara suku Yali dan Kimyal dikabupaten Yahukimo, maka para mahasiswa asal kabupaten Yahukimo yang tergabung dalam Komunitas Pelajar dan Mahasiswa( KPMY) se – Jayapura, melayangkan surat terbuka kepada orang tua di Yahukimo, yang berlangsung di gedung asrama Yahukimo perumnas III waena, pada Minggu, (03/10/2021).

Kami mahasiswa sebagai agen perubahan memberikan pemahaman kepada masyarakat Yahukimo supaya bisa damai dan sejatera di kabupaten Yahukimo. Kita sudah sedikit, kami sisa dari yang tersisa. Kita meninggal dengan berbagai cara, dibunuh bahkan dipunahkan oleh mereka yang tidak tahu bertanggung jawab. Maka, jangan lagi ada korban. Kita harus saling menjaga antara satu sama lain. Terhadap insiden yang terjadi, kami mahasiswa dari 51 distrik di Jayapura sangat prihatin. Untuk itu jangan ada korban lagi.

“Saya ingin menghimbau terkait dengan konflik horizontal atas meninggalnya bapak mantan bupati Yahukimo Abock Busub di Jakarta, agar masyarakat yang sedang ricuh, tidak termakan oleh isu yang sedang berkembang dikabupaten Yahukimo. Hal ini disampaikan oleh Yonis Soo selaku ketua Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo melalui surat terbuka yang diterima www suara meepago com pada, minggu, (03/10/2021).

Lanjut Yonis Soo dalam surat terbuka tersebut “kami mau sampaikan lagi bahwa, kami semua menginginkan negri kita Yahukimo aman dan terkendali. Maka masyarakat jangan termakan oleh isu-isu yang tengah diseting”. Imbuhnya.

Bapak Abock meninggal karena dipanggil Tuhan. Sehingga kami mengajak kepada bapa/ibu, atau saudara/i seluruh mahasiswa/i tidak boleh provokasi atau propoganda masyarakat di Yahukimo terkait konflik horizontal disana”. Ajaknya.

“Sekali lagi kami Badan Pengurus KPMY tegaskan kepada mahasiswa dan pemuda bahwa jangan mudah termakan isu di medsos baik Facebook, Watsh App, Instagram, Messenger bahkan di grup-grup. Karena aktor konflik horizontal ada disitu. Bahkan foto sekalipun jangan di update dimedsos”. Terangnya.

Lanjut Yonis, harapan kami Badan Pengurus KPMY se-Jayapura, mayat bapak Abock entah mau duka bersama sama mahasiswa Yahukimo dan keluarganya disini atau di DKI Yahukimo, kami ikuti proses selanjutnya. Tinggal bagaimana keputusan keluarga almarhum bapa Abock”. Katanya.

Selain itu aktivis Kemanusiaan Venus Kobak menegaskan bahwa, “masalah yang terjadi di Yahukimo jangan bahwa dikalangan kota study Jayapura dari 51 distrik di asrama Yahukimo. Kita adalah agen kontrol sekaligus agen perubahan bagi masyarakat kita di kabupaten Yahukimo. Kita mahasiswa harus berdiri bersama dengan masyarakat Yahukimo, untuk mencari jalan solusi dan memberikan pemahaman yang baik kepada mereka”. Ungkapnya.

Asrama Yahukimo adalah honai kita, dan kami 51 distrik adalah generasi solusi, maka tetap optimis pada posisi karena kita bukan generasi pencipta konflik horizontal antar kita sendiri”.Ajaknya.

Meninggalnya bapak mantan bupati kabupaten Yahukimo, secara detail kami belum mengidentifikasi kronologis kematian beliau. Maka melalui surat terbuka ini juga kami sebagai aktivis kemanusiaan prihatin dengan konflik yang terjadi disana. Kami juga tegaskan agar konflk ini jangan terulang tanpa subjek yang jelas”, hal ini dikatakan dengan tegas oleh Liong Ahayong salah satu aktivis kemanusiaan.

Reporter : Jeffry Y. Badii
Editor: –

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *