Mama Mama Pedagang Noken Papau Apresiasi Buku Antologi Puisi Kolaborasi “Terbanglan Cendrawasih”

Jayapura, Suara Mee – Salah seorang Pedagang Noken Asli Papua Mama Hana Kotouki mengapresiasi kehadiran buah karya kolaborasi antologi puisi Alex Giyai dan Dadolin Murak.

Buku Terbanglan Cenderawasih, diterbitkan oleh Komunitas Sastra Papua dan Gerakan Papua Mengajar. Buku Antologi Puisi dicetak pada tahun 2021.

Kotouki mengakui bahwa, buku Antologi puisi berjudul“ Terbanglan Cenderawasih” sangat menarik. Ia, bahkan mengenang pesan Yance Rumbino mengenai cenderewasih.

Pedagang Noken Asli Papau Hana Kotouki menceriterakan, ada salah seorang gurunya bernama Yance Rumbino pernah menyampaikan kepadanya bahwa burung cendrawasih itu pintar berdoa, dia mendoakan seluruh alam Papua.

“Cendrawasih dia pintar berdoa berarti anak-anak mulai dari pesisir dan pengunungan harus pintar berdoa karena itu dasar,”katanya mengenang pesan Yance Rumbino saat Fesival budaya Saireri dan Meepago di kota Nabire. Pesan itu disampaikan pak gurunya kepada Rubela Kotouki saat memberikan cinderamata Cendrawasih.

Dengan keindahan alam Papua dan unggas khasnya itu, ia perna menciptakan lagu yang berjudul“Tanah Papua”. Lagu tersebut diciptakan oleh Yance Rubino” saat menjadi Guru di distrik Sinak Tahun 1970-an.

“Bukunya ini menggambarkan doa doa cenderawasih yang hidup di Tanah Papua. Semoga suatu kelak doa doa itu bisa tercapai,”katanya.

Kotouki berpesan agar Mahasiswa/i harus mengambil nilai dari burung cendrawasih agar benar benar-benar menjadi orang Papua. Kotouki berpesan kepada Mahasiswa agar selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

“Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan berikan kesempatan dan waktu sehingga kita berkumpul dan bertemu dengan adik-adik dan anak-anak sekali,” katanya.

Kotouki mengatakan, mama-nama Papua datang dari 5 wilayah yaitu Intan Jaya, Enarotali, Deiyai, Dogiyai untuk menjual noken ke Jayapura atas berkat kerjasama Tuhan dan Pemuda sekalian.

“Kami menyampaikan terimakasih juga karena kami bisa berada di Jayapura bersama adik-adik mahasiswa di kota Jayapura selama Pon hingga kami akan kembali ke Nabire,” katanya.

Reporter: Silas Edowai
Editor : Hengky Yeimo

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *