Mahasiswa dan Pemuda Suku Mee gelar diskusi tentang Polemik Pelanggaran HAM di Papua

Jayapura, Suara Mee – Bidang Hukum dan HAM, Ikatan pemuda Pelajar Mahasiswa/i suku Mee (IPPMMEE) Kota Studi Jayapura, Nosias Pigai mengatakan, pihakna telah menyelenggarakan diskusi publik tentang polemik pelanggaran HAM di Papua. Diskusi tersebut telah diselenggarakan pada tanggal 09 Desember 2021.

“Usai diskusi kami membacakan sikap kami terkait berbagai macam persoalan di Papua, termasuk juga Khusus Pelanggaran HAM di Paniai yang menewaskan 4 orang pelajar,” katanya.

Pigai mengatakan, negara Indonesia harus bertanggungjawab atas semua pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua. Sebab negara Indonesia adalah negara hukum yang menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia.

“Negara mempunyai kewajiban dan tangungjawab untuk menghormati, menghargai, memajukkan serta menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), Sesuai Dengan Pasal 28-2j Serta Uu No 39 Tahun 1999 Tentang HAM,” katanya.

Lanjut Pigai, Kenyataannya hari ini di Tanah Papua begitu banyak Pelanggaran Ham Yang Kasusnya Sampai Sekarang Belum Dituntaskan.

“Melihat dinamika persoalan pelanggaran Ham di Papua yang sangat masif. Kami Pemuda Pelajar Mahaisiswa/I Suku Mee Kota Study Jayapura merasa perlu untuk menyekesaikan pelanggaran HAM Sesuai Mekanisme Peraturan Perundangan yang berlaku,’katanya.

Pigai meminta Pemerintah Republik Indonesia Segera Menyelesaikan Kasus Pelangggaran Ham Di Papua.

“Kejaksaan Agung Republik Indonesia Segera Tuntaskan Pelangaran Ham Berat Paniai Berdarah Yang Terjadi Pada 08 Desember 201,” katanya.

Pigai mendesak, Polda Papua Segera Bebaskan 08 Orang Pengibar Bendera Bintang Kejora Pada 1 Desember 2021 Karena Mereka Hanya Menyampaikan Aspirasi Dan Berekspresi Adalah Bagian Dari Hak Asasi Manusia Yag Sudah Diatur Dalam Peraturan Perundang-Undangan.

“Polda Papua dan kejaksaan tinggi Papua segera bebaskan Tn. Viktor F Yeimo tanpa syarat karena dia bukan pelaku rasis tetapi Korban daripada Rasis.

“Indonesia Segera Bentuk Pengandilan Ham Di Papua Dan Bentuk Komisi Kebenaran Rekonsiliasi (KKR) Di Papua. Negera Indonesia Segera Membukan Akses Untuk Dewan HAM PBB Masuk Ke Papua,” katanya.

Reporter : Melkianus Tebai
Editor : Admin

situs
suarameepago

suaramee

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lapago

Berita Lingkungan Meepago Penkes Tanah Papua

Distrik Tigi Barat Melakukan Penanaman Papan Nama Larangan Perjudian Dan Masalah Sosial

Deiyai, SUARA MEE .com – Pemerintah Distrik Tigi Barat Melakukan Penanaman Papan nama Larangan Perjudian dan Masalah Sosial di Pertabatasan Distrik dan Perempatan Jalan Pada Senin, (06/06/2022). Kepala Distrik Tigi Barat Demianus Badii, Amd.Sos Mengungkapkan Menindak lanjuti Kesepakatan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan bersama Intelektual Tigi Barat, Pada Tanggal, 19 […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Perempuan & Anak Tanah Papua

Group Ester akan Gelar Seminar dan KKR Pemulihan Tanah Papua

Jayapura, Suara Mee – Ketua Umum Aliansi Woman Papua Group Ester, Herlina Murib mengatakan, Doa Puasa menjadi target usai melaksanakan seminar sehari dan Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) untuk Pemulihan Tanah Papua.Tujuan dilaksanakanya kegiatan ini guna pemulihan di Tanah Papua. “Panitia penyelenggara seminar dan KKR pemulihan tanah Papua memasung tema yang diambil dari perikop, (Matius 17:21) […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Polhukam Tanah Papua

Eksepsi 7 pengibar Bintang Kejora minta dakwaan dinyatakan batal demi hukum

Jayapura, Jubi – Pengadilan Negeri Jayapura pada Selasa (24/05/2022) menggelar sidang lanjutan perkara dugaan makar yang melibatkan tujuh pengibar bendera Bintang Kejora di GOR Cenderawasih. Dalam sidang Selasa, Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua selaku penasehat hukum ketujuh pengibar Bintang Kejora menyampaikan eksepsi yang meminta dakwaan Jaksa Penuntut Umum dinyatakan batal demi hukum. […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More