Jayapura, Suara Mee-Melihat Sejak terjadinya pembunuhan pada tanggal 14 Agustus 2020. satuan satgas polda papua, polres yahukimo gabungan TNI dan POLRI melakukan penyisiran dan penangkapan secara brutal terhadap rakyat pribumi di kabupaten Yahukimo sebanyak tujuh kali, di tempat yang berbeda-beda di mulai pada tanggal 22 agustus 2020 sampai dengan 31 agustus 2020.

Maka mahasiswa yahukimo dengan tegas meminta kepada militer dan pemerintah segera menghentikan penyisiran,dan penangkapan yang sedang di lakukan oleh gabungan TNI dan PORLI di kabupaten yahukimo.

Mahasiswa dengan tegas meminta kepada negera kesatuan republik Indonesia untuk hentikan pendropan militer secara besar besaran di kabupaten yahukimo,sebab kehadiran mereka sangat meresakan warga,sebab disana TNI PORLI sedang melakukan penyisiran ,penangkapan dan penyitaan.

Berdasarkan data yang di peroleh dari mahasiswa,bahwa kurang lebih 13 masyarakat yahukimo yang di tangkap diataranya:( Napi Pahabol,Nafet Ilintamon,Yafat Nawa,Dinius Yalak,Pimda Yalak,Ronal Mirin,Arnol Mirin,Jenias Nepsan Akul Heluka,Iron Heluka,Etenus Mirin,Banus Ossu,Yafet Amohoso).

Tidak hanya itu TNI PORLI juga sudah menyita alat bertani, berburu dan benda lain milik masyarakat seperti: busur panah 38 buah,Busur tanpa tali sebanyak 46 buah,Tali busur sebanyak 33 buah ,Anak panah sebanyak 352 buah,Anak panah tanpa mata sebanyak 107 buah,Mata anak panah sebanyak 121 buah,Pisau dari tulang kasuari 3 buah,Parang sebanyak 33 buah,Pisau sangkur sebanyak 33 buah,Kampak sebanyak 14 buah,Linggis 2 buahSenapan angin 10 buah,HT 6 buahCas ht 2 buah,Hendphond 6 buah,1 buah kain bercorak Bitang kejora,1 buah gitar ukuleleh,10 Noken bercorak Bitang kejor,”hal itu di katakan castro asso dalam pers rease yang di terima Suara Mee- ,rabu (2/09/2020).

Penyisiran,penangkapan dan penyitaan alat bendah milik rakyat pribumi.semena-mena dan tidak professional di lakukan TNI PORLI sudah melanggar, UU pasal, 37 tahun 1999 pencabutan hak milik atas suatu bendah demi kepentingan umum tidak diperbolehkan.uuno, 39 tahun 1999 pasal, 18 setiap orang yang ditangkap, ditahan, dan dituntut karena disangka melakukan sesuatu yang tindak pidana dianggap tidak bersalah.

“Maka,dengan tegas kami menuntut, dan meminta untuk penegak hukum tidak menciderai undang-undang yang berlaku di republik indonesia sebab aparat penegak hukum telah melakukan penyisiran, penangkapan , dan penyitaan terhadap rakyat pribumi di yahukimo semena-mena

Mahasiswa yahukimo mendesak kepada pemerintah untuk menghormati uu no 39 tahun 1999 pasal 71, yang dimana telah menjamin dan menyatakan bahwa; pemerintah wajib dan
bertanggung jawab,menghormati, melindungi, menegakan,memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam undang undang ini.

Ada pun peryataan sikap solidaritas mahasiswa yahukimo:

Solidaritas Mahasiswa Yahukimo dengan “Tegas” menyatakan kepada Aparat penegak hukum dan pemerintah untuk:

1.Hentikan penyisiran, penangkapan, dan penyitaan
Hentikan penyisiran,penangkapan ,penyitaan,penculikan,dan pendoropan militer secara besar besaran.

2.Mahasiswa dengan tegas meminta untuk kembalikan alat kerja milik rakyat pribumi yang di sita oleh TNI PORLI
Parang,Panah,Kampak,Linggis,Pisau dapur,Noken,Hatte, hp, dan alat lainnya

3.Kami Solidaritas Mahasiswa Yahukimo menyatakan dengan “Tegas” kepada Dewan perwakilan rakyat Yahukimo, segera menyikapi situasi yang terjadi di kabupaten Yahukimo.

Reporter : Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *