Sidang kasus HAM berat Paniai Berdarah harus pertimbangkan masalah keamanan

Seorang Mama Papua menangisi anaknya yang ditembak mati pada kasus Paniai Berdarah pada 2014 silam. - Dok

Jakarta, Suara Mee – Komisi Yudisial atau KY mengatakan sidang kasus pelanggaran HAM berat Paniai Berdarah yang akan diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Sulawesi Selatan, harus mempertimbangkan masalah keamanan.
“Pandangan saya, terbuka untuk umum itu bukan berarti terbuka di setiap gawai karena alasan keamanan,” kata Juru Bicara Komisi Yudisial Miko Susanto Ginting di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Miko menjelaskan masalah keamanan tersebut, misalnya pada saat pembuktian di mana saksi yang dihadirkan di persidangan tidak memungkinkan disorot atau disiarkan secara langsung karena menyangkut keamanannya.

“Sebab, saksi itu harus independen tidak terkontaminasi dengan kesaksian lain,” kata Miko.

Oleh sebab itu, Miko berpandangan tidak semua sesi persidangan harus atau disiarkan secara langsung karena beberapa pertimbangan, salah satunya keamanan.

Namun, menurut dia, jika siaran langsung diadakan hanya di sekitar ruang persidangan tidak masalah apabila ruangan persidangan tidak mampu menampung jumlah individu yang hadir.

“Misalnya ruang sidang dipasang layar dengan visual dan suara yang bisa dilihat dan didengar jelas,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Julius Ibrani mengatakan KY harus bisa memastikan setiap peradilan memenuhi asas keterbukaan, kecuali masalah asusila dan anak.

“Selebihnya harus ada asas keterbukaan,” kata dia.

Ia mengatakan mengacu pada Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman dan Undang-Undang Mahkamah Agung disebutkan ada asas keterbukaan bahwa seluruh proses persidangan terbuka untuk umum.

“Tidak ada pengecualian ‘live streaming’, datang ke TKP ‘offline’. Kecuali substansinya asusila anak,” ujar dia. (*)

situs
suarameepago

suaramee

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

'Yo Miye' (Istri-Istri) Kepala Sukudan juga ikatan-ikatan Perempuan di Kampung Yakonde yang akan Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI (Irfan/Lintas Papua)
Berita Mamta Tanah Papua

‘Yo Miye’ Kampung Yakonde Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI

SENTANI Suara Mee – Ondoafi Kampung Yakonde, Nicolas Daimoe melalui juru bicaranya, Kepala Suku Douge Imea, Donald Tungkoye, kepada Tim Media Center dan Publikasi KMAN VI menyampaikan, masyarakat di Kampung Yakonde sangat bersyukur bisa menjadi salah satu titik lokasi atau kampung yang dipilih sebagai tempat serasehan dan tempat penginapan sebagian peserta KMAN VI 2022. “Kami […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Polhukam

Pemprov Papua : Penetapan Tarif Baru Angkutan Umum Memperhatikan Kemampuan Masyarakat

Jayapura Suara Mee – Pemerintah Provinsi Papua dalam waktu dekat akan mengumumkan tarif baru angkutan umum, pasca kenaikan harga BBM jenis pertalite yang diputuskan Pemerintah Pusat baru-baru ini akibat imbas kenaikan harga minyak dunia. Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Muhammad Musa’ad memastikan penyesuaian tarif baru angkutan umum akan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat. […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Polhukam

Pemprov Papua : Hati-Hati Hoax Pemecah Belah Lewat Medsos

Jayapura, Suara Mee – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau warga di wilayahnya untuk mewaspadai hoax (berita bohong) pemecah belah kesatuan bangsa yang belakangan ini disebar lewat media sosial (medsos). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, di Jayapura, Selasa (20/9/2022). Jeri mengharapkan masyarakat pro aktif mengecek kebenaran dari setiap informasi […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More