Jayapura, – Redaktur Rubrik Olahraga Jubi.co.id dan Koran Jubi Jean bisay mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas guru dan kampanye melawan hoax. Merupakan satu kegiatan bulanan perkumpulan Jujur Bicara bekerja sama dengan balai bahasa provinsi Papua.

“Program ini merupakan rangkaian kegiatan dari program jubi diantaranya, diskusi pertiga bulan, jubi goes to school, dan kegiatan internal lainnya,” katanya kepada jubi, Rabu (13/2/2019).

Jean Bisay mengatakan, selain menulis berita menyajikan berita. Mereka juga melakukan program Jubi goes to schol.

“Tahun 2019 merupakan tahun kedua, tahun 2018 SMA diaspora, SMA Adven Doyo, SMA Adven Argapura. Pada bulan April mereka juga akan memberikan pelatihan bagi siswa siswi SMA di kota Jayapura dan beberapa kabupaten di Papua,” katanya.

Jean Bisay mengatakan, program jubi goes to school tidak hanya seremoni. Tapi sekolah dapat meningkatkan semangat siawa siswi untuk belajar menulis.Melalui kegiatan ini bapak ibu bisa menjelaskan menulis akan diakomodiir dalam buku yang lahir dari ibu bapak guru.

“Informasi ini juga dapat disampaikan kepada anak anak sekolah.Kami juga berterimakasih kepada bapak ibu guru  yang telah hadir,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Balai Bahasa Papua Normawati mengatakan, kegiatan ini sangat penting sebab, Banyak yang dibuih karena hal sepeleh. Agar kita tidak terjerumus atau terjebak dalam informasi yang sesat.

“Saya mengapresiasi jubi yang telah memberikan materi, pemahaman peningkatan kapasitas guru dan kampanye melawan berita bohong. Setelah mengetahui harap kecil bahwa kami bisa memberikan penyadaran kepada anak anak murid agar mereka menggunakan mendsos dengan bijak,” katanya.
Normawati mengatakan, dirinya diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi berkaitan dengan bahasa Jurnalistik. 

“Penggunaan bahasa Indonesia Opini, jurnal, jadi kita tidak menulis asal. Saya berdiri menyampaikan bahasa jurnalistik dalam agar dalam menyusun laporan bisa diaplikasikannya,” katanya.

Salah seorang guru SMA Teruna Bakti Felix Jemahan mengatakan, mengapresiasi kegiatan yang di gelar oleh PT. Jujur bicara dan Balai bahasa Papua.

“Kegiatan ini sangat baik. Sebab kita setiap kali bertatap dengan gadged. Sehingga kami bisa lebih selektif dalam menggunakan media sosial, terutama siswa siswi kami yang aktif menggunakan media sosial,” katanya.

Felix mengatakan, materi melawan hoax ini sangat baik dan dapat membantu mereka untuk memilih milih dan memilah milah website, berita, dsb.

“Saya berharap agar pihak jubi dan balai bahasa bisa menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai kalangan masyarakat dan para penjabat pegawai. Agar iklimnya demokrasi tetap terjaga,” katanya.

Penyaji Materi bertajuk Melawan Hoax Dickri Ihakim Iriawan mengatakan,  berita hoax membuat kita tersesat karena termakan hoax. Bahkan membuat sesama masyarakat saling membuka.

“Kami perlu Melawan Hoax karena lebih dari populasi orang di Indonesia terhubung dengan internet. Dan lebih penting adalah kami memberikan literasi media agar kita tidak terjebak dalam informasi sesat,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *