Foto dok. Probadi Yustinus Gurik

 

Oleh: Yustin Gurik

 

Prolog

kebijakan yang sangat luar biasa di ambil oleh pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Bapak Drs. Dr. Benhur Tomi Mano, MM dalam peraturan Walikota Jayapura nomor 1/2019, adalah tindakan yang sangat baik bagi saya dan mendukung penuh Larangan penggunaan kantong plastik di Kota jayapura karena akan membawa dampak yang positif bagi kota ini

****

hari ini tepat pada tanggal 13 Maret 2019 saya Rencana mau membeli buku di Gramedia kota Jayapura setelah saya tibah di tempat tujuan saya pun kemudian mencari buku yang saya mau beli.

 

Setelah menemukan saya langsung bawa menuju ke tempat Kasir melakukan transaksi setelah melakukan transaksi saya keluar sambil memegang buku yang saya beli di tangan, tetapi dalam benak saya ada sesuatu yang kurang yaitu tidak ada kantong atau tas kecil yang kemudian mengisi buku yang sudah saya beli.

 

Beberapa menit kemudian saya langsung menanyakan salah satu seorang petugas di Kasir mengapa mba tidak kasih saya kantong plastik atau tas sejenis apapun modelnya guna untuk mengisi buku..?

Kemudian Mba langsung memberikan Respon balik maaf pak Pemerintah Kota sdh melarang keras untuk menyediakan kantong plastik di semua toko/tempat perbelanjaan termasuk kami yang disini.

 

Karena sakinnya saya sudah terbiasa ketika membeli sesuatu di toko/ pusat perbelanjaan yang ada, menggunakan Kantong plastik dan sejenisnya untuk mengisi, maka saya merasa ada yg kurang yang kemudian menuju pada emosional pada saat itu.

 

Sahabat literasi yang budiman dengan adanya larangan menyediakan kantong di toko/tempat perbelanjaan situ, saya benar-benar menyadari Karena melihat kondisi yang terjadi di Provinsi Papua lebih khusus Kota Jayapura banyak sampah yang berserahkan di mana-mana.

 

Ada banyak sumber sampah yang di hasilkan oleh warga dan itu berbagai macam jenis sampah yang di hasilkan termasuk kantong plastik kantong plastik tersebut tergolong dalam sampah Anorganik yang tidak muda terurai yang membutuhkan waktu lama bertahun-tahun sampai pada ratusan tahun.

 

Jika tidak peka melihat dan yang kemudian mengatasi maka akan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan seperti tanah,air, udara dan laut,serta ekosistem yang ada.

 

Sahabat literasi yang budiman dengan adanya larangan ini juga menyadarkan kita bahwa bagaiman kita harus kembali ke budaya, menggunakan Noken asli yang di buat oleh tangan kita sendiri oleh mama papua atau noken sejenis lainnya guna untuk mengisi segala sesuatu yang kita belanja untuk keperluan rumah tangga dan sebagainya.

 

Sahabat literasi yang budiman kita melihat realita yang terjadi di sekitar kita dengan adanya perkebangan teknologi yang begitu pesat ini budaya memakai noken perlaha-lahan sudah mulai berkurang dan orang tidak suka lagi menggunakan Noken atau tas sejenis lainnya.

 

Satu kebijakan yang di ambil oleh pemerintah Kota Jayapura adalah tindakan yang sangat terpuji bagi saya dan mendukung penuh Larangan penggunaan kantong plastik di Kota Jayapura.

 

****

 

Epilog

 

Pemerintah kota dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura harus rutin melakukan sosialisasi kepada semua komponen lembaga,instansi dan juga kepada pengusaha-pengusaha, pusat perbelanjaan.

 

Pemerintah Kota Jayapura juga harus menawarkan,mensosialisasikan, menginformasikan secara rutin kepada semua warga yang ada di Kota Jayapura untuk membawa noken-tas asli Papua jika ingin berbelanja. Warga juga bisa membawa keranjang atau kantong belanja lainnya yang bukan terbuat dari plastik jika ingin berbelanja.

 

Yustian Gurik adalah Mahasiswa Uncen Fakultas Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *