Polwan asli Papua di Kepolisian Daerah Papua Barat – SM/Hans Arnold Kapisa

 

Manokwari, Suarameepago com – Kapolda Papua Barat Brigjen Rudolf Albert Rodja meminta kepada seluruh Polisi Perempuan (Polwan) asal Papua untuk tetap menjaga identitas asli perempuan Papua. Salah satunya dengan tidak mengubah bentuk tatanan rambut. Kapolda tidak segan-segan akan memberi sanksi kepada Polwan yang melanggar aturan tersebut. Sanksi terberat adalah mutasi ke tugas yang jauh dari perkotaan.

 

“Saya sudah perintahkan, bahwa seluruh Polwan asli Papua yang bertugas di Polda Papua Barat agar tidak meluruskan rambut dari aslinya yang keriting dengan berbagai cara dan bahan seperi catok, setrika dan lain sebagainya. Jika saya ketemu atau terima laporan, maka bagi mereka yang melanggar tetap saya beri sanski. Sanski terberat, saya mutasikan ke Polsek pedalaman terjauh di Papua Barat,” ujar Rodja kepada wartawan di Manokwari, Jumat (15/3/2019).

 

Bagi Rodja, rambut keriting adalah keindahan alami dari Tuhan serta menjadi ciri khas dari perempuan Papua. Perintah tersebut, kata Kapolda berlaku untuk Polwan asli Papua berpangkat Bintara hingga perwira.

 

“Jika merubah rambut itu artinya tidak mengakui jati dirinya sebagai perempuan asli Papua. Biarlah seperti itu hanya bagaimana ditata dengan baik pasti cantik dan eksotisnya nampak,” kata Rodja.

 

Dalam kesempatan tersebut, Rodja juga meminta agar aturan tersebut disampaikan kepada seluruh calon bintara putri asli Papua agar saat melalukan tes maupun mengikuti tahapan seleksi, tidak diperbolehkan meluruskan rambut. (Hans Kapisa/SM)

 

Sumber: www tabloid  jubi co. id

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *