Foto Ist: muara kaki gunung siklop

 

Jaga Gunung Siklop adalah tanggung jawab kita bersama

Tulisan ini bagian dari kepedulian atas korban banjir banda Sentani Jayapura Papua tanggal 16 Maret 2019. “Air mata dan sakit tidak akan bisa terjadi jika kita ganggu sesuatu yang kita tidak boleh ganggu. Akibat kelalaian Kita, hari ini Papua menangis.”

 

*****

Gunung Siklop merupakan gunung yang memberikan kehidupan bagi orang Papua dari suku mana saja yang berdiam di Jayapura, untuk itu marilah kita lestarikan gunung ini sebagai sumber kehidupan bagi kita sekalian.

 

Bukti sayang cinta kasih kepada tanah leluhur adalah menjaga dan melestarikan segala macam kekayaan alam yang memberikan kehidupan bagi kelangsungan kehidupan manusia di Tanah Papua.

 

Pertanyaan dan gagasan bermunculan seketika melihat kemarahan alam yang sunggu dasyat dimana alam tidak bisa  menyelamatkan manusia tetapi alam membumi hanguskan tanpa ampun, disana akan lahir berbagai pertanyaan, apakah alam yang marah atau Tuhan yang marah?.

 

Jelas alam yang marah bukan Tuhan, sebab Allah memberikan tangungjawab besar kepada alam untuk alam memberikan kehidupan bagi manusia setiap waktu.

 

Alam telah berhasil memberikan kehidupan kepada manusia setiap waktu. Bagimana tanggung jawab manusia terhadap alam sebagai Ibu?

 

Akibat manusia lalai menjalankan tugasnya melindungi dan menjaga alam maka alam  sewaktu-waktu memberikan teguran keras terhadap manusia dengan berbagai macam cara yang kita sebut sebagai bencana alam agar sesegera mungkin manusia sadar.

 

Tetapi nampaknya manusia terlalu rakus akan diri sendiri tanpa peduli akan alam sekitarnya.

Oleh sebab itu manusia jual tanah sampai habis sehingga tidak ada tanah dan gunung  kosong.

 

Tidak ada ruang kebebasan bagi  alam untuk leluasa mengeluarkan air, makanan dan kehidupan lainya bagi manusia, sebab ruang itu terhambat oleh aktivitas manusia.

 

Manusia dan alam menjadi musuh abadi, manusia kerok habis tulang kaki alam, maka alam mengalami kesakitan sehingga banjir Banda Sentani adalah air mata darah dari gunung siklop sebagai bukti Gunung  Siklop mengalami Kesakitan.

 

Manusia rakus.

Ya benar, sangking rakusnya gunung pun di gundul sampai menjadi dataran rendah, laut di timbun menjadi kering, lembah-lembah diratak menjadi gersang demi hawa nafsu belaka manusia.

 

Gunung Siklop adalah salah satu gunung milik orang Papua yang berada di Sentani Jayapura. gunung ini sayap kiri memberikan makanan dan kehidupan kepada batasan  pasir dua sampai kota nica harapan Kota Jayapura.

 

Sayap kanan  gunung siklop memberikan makan dan kehidupan kepada Doyo sampai  Depapre kali biru, kemudian jantung gunung ini memberikan makan kepada kota Jayapura, Sentani kota.

 

Untuk itu gunung siklop harus kita jaga sebagai sumber kehidupan manusia Papua di Jayapura dengan cara: Hentikan penebangan pohon dengan alasan apapun di kaki gunung siklop, hentikan pembangunan perkebunan di sekitar kaki gunung siklop.

 

Pemerintah Jayapura, walikota Jayapura dan Gubernur dan DPR musti buat salah satu peraturan daerah dimana ada pelarangan ketat dimana manusia tidak boleh lagi ada aktifitas di kaki gunung ini.

 

Percayala jika tidak di lakukan antisipasi saran  dari tulisan ini maka kita harus bersiap meneremi  kekeringan dahsyat, sebab Gunung Siklop tidak akan mengeluarkan air bagi manusia lagi nanti.

 

Kesimpulan saya berbeda dengan tulisan judul saya.

“Waktu kita menjaga dan melestarikan gunung siklop sebagai mama  secara bertanggung jawab maka Ia akan mengeluarkan emas permata untuk menghidupkan kehidupan hari ini dan kehidupan yang akan datang”

 

“Tetapi demi kerakusan manusia gundulkan gunung Siklop ini, maka suatu saat gunung Siklop akan mengeluarkan api yang akan hanguskan semua makhluk hidup tanpa ampun sehingga manusia akan merana”

Orang Papua wajib jaga gunung Siklop.

 

Andrew Allyend Bahabol  adalah: Intelektual Papua

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *