Foto dok. pribadi The’me Nawipa

 

  1. Pendahuluan,

Papua adalah tanah pemilik sah orang asli Papua sejak 60.000 tahun ketika es membeku di kedua kutub bumi sampai awal terjadinya pencairan es di bumi, bahkan sebelum jauh orang melayu tua sampai muda bermigrasi ke asia tenggara [Karl Muller].

 

Namun bangsa yang baru datang bahkan baru menjajah ini menjadikan orang asli Papua adalah binatang buruan jadi harus dikejar, dibunuh, ditembak, diintimidasi sampai dipunahkan di atas tanah air mereka sendiri. Kelakuan penjajah baru (negara Indonesia) ini dimulai sejak 19 desember 1961, 18 hari kemudian setelah Papua menetapkan dan menyesahkan beberapa simbol pendirian negara West Papua dengan dikibarkan bendera negara “Bintang Fajar” yaitu pada 1 desember 1961.

 

Oleh karena akar masalah itu, pemilik negeri West Papua itu telah dijadikan orang terjajah oleh penjajah Indonesia. Maka, negara Indonesia mau harus dimusnahkan yang bertujuan untuk merampas ahli warisnya. Itulah penjajahan kopi paste gaya jajahan romawi kuno kepada bangsa Yahudi yang Indonesia terapkan di Papua, dengan dalil “musnahkan saja manusia monyet itu, biar kita merampas dan kemudian mewarisi penerus kita di negeri Papua itu”, itulah jajahan bergaya herodes dan pontius pilatus modern Indonesia yang lagi terapkan di Papua.

 

Maka, pribadi saya merasa tak berdaya karena “benar-benar mereka paku tubuh saya, dan kami”. Apakah kita biarkan kelakuan penjajahan seperti ini ? apakah kita terima saja tamparan-tamparan mereka itu ? apakah kita membangun hubungan baik dengan mereka terus ? pada hal kelakuan negara ini melebihi gunung himalayah di india atau pegunungan gresberg di Papua. Ayo … lawan dengan kemampuan dan persatuan Kita.

 

Kita tahu, penjajah itu identik dengan penguasa iblis, penjahat, pembunuh, penguras, perampas, pemusnah, dan lain sebagainya. Oleh karena kelakuan penjajah seperti demikian, maka bagi generasi penerus negeri Papua menyatakan Indonesia adalah musuh abadi sampai Papua menjadi negara sendiri.

 

  1. Orang Asli Papua Itu Terbaik Dalam Tangan Jajahan,

Orang Papua itu orang-orang terbaik hatinya di bumi oleh karena ketika orang asing masuk mengambil kekayaannya dibebaskan, ketika orang asing menduduki wilayahnya dipersilakan saja, ketika tanah-tanah dirampas dibilang tidak papa baik, ketika membuka usaha kiri-kanan oleh pendatang dibilang tidak papa baik, ketika dimekarkan pemerintah dibilang bagus dan bermanfaat, dan lebih baik lagi hati bagi orang asli Papua adalah ketika dibunuh dan ditembak dianggap biasa saja walau sedih hati dengan menyeluarkan tangisan airmata, ketika diintimidasi hanya melihat saja dengan berkedip bulu mata yang halus, ketika di kejar-kejar bagai binatang liar di atas negerinya sendiri pura-pura jago untuk melawan tetapi lari di hutan berantara (hutan Papua dan alamnya sebagai pelindungnya) tetapi musuh selalu kejar-kejar sampai membunuhnya.

 

Oleh karena orang asli Papua selalu alami seperti itu sehingga orang asli Papua itu orang-orang terbaik di dunia, bahkan kebaikannya melebihi apa yang dialami oleh bangsa Yahudi ketika dijajah oleh bangsa lain.

 

  1. Penderitaan Orang Papua di Dalam Negara Beragam Rumpun & Beragam Bangsa,

Bangsa penjajah (Indonesia) adalah sebenarnya bukan negara bangsa Indonesia tetapi negara teradopsi sebab ia mempunyai beragam rumpun, bangsa dan suku di dalamya yang tidak sama latar belakang prasejarah, sejarah dan sejarah perjuangan politik, bahasa dan budaya serta adat-istiadat. Memang negara penjajah (Indonesia) negara yang pendiriannya hasil ajakan manipulasi ini kejahatannya minta ampun (melebih atmosfer bumi).

 

Tetapi, hal itu dia merasa baik dan kuat serta sangat hebat tetapi dia belum sadar bahwa di atas langit ada sfera lain yang melingkupinya. Bangsa ini lagi menjajah manusia komunal primitif pintar yang telah memiliki hak politik pendirian negara. Indonesia menjajah manusia orang tua sepanjang sejarah peradaban (manusia prasejarah migrasi awal).

 

Maka itu saya menyatakan; ilmuan dunia ini pengetahuan masih dangkal untuk menunjukan bukti kebenaran manusia awal, karena teori pengetahuan yang dimilikinya berguna untuk kepentingan politik, dan tak benar dibuktikan kebenaran secara independen, namun kalau benar ilmu pengetahuan alam adalah penggali kebenaran “tentu bisa dibilang orang melayu tua dan muda yang ada di Asia tenggara adalah orang-orang pendatang dari eropa, asia dan indo-china. Nah….saya bisa usir kalau ribuan ilmuan dunia mendukung dan membuktikan kebenaran terkait hal itu, sebab orang asli Papua melanesia adalah pemilik awal tanah dari asia tenggara sampai pasifik termasuk australia bersama saudaranya suku aborigin”.

 

Bukan hanya sekarang, soal praktek kejar-kejaran yang digunakan dengan senjata negara penjajah, namun itu hasil yang diembriokan dari nenek moyang orang melayu tua dan muda yang pernah kejar-kejaran sebagian nenek moyang orang melanesia tua pada masa purba ketika beragam manusia bermigrasi. Jadi, semua orang Indonesia dan dunia harus tahu bahwa manusia nenek moyang orang Papua yang sudah lama menghuni di kawasan asia tenggara sampai pasifik, sebelum jauh beragam manusia menyebar secara bertahap. Jadi, indonesia hargailah orang asli Papua itu, indonesia jangan memunahkan manusia terbaik di dunia itu.

 

Indonesia harus sadar bahwa dunia sudah ketahui kelakuan jahat yang lagi dideritakan orang asli Papua yang mempunyai pemilik negeri itu. Kalau begitu terus, biarkanlah mereka untuk merehap rumahnya yang dirusakkan Indonesia sejak tahun 1961 sampai saat ini.

 

Indonesia punya PR besar terkait soal Papua itu, maka perlu dipikirkan dari sekarang untuk membebaskannya secara damai, jikalau PR-mu itu hasilnya tidak memberikan pengakuan kepada bangsa Papua, tentu suatu saat akan ditelanjangi oleh dunia di forum-forum resmi seperti PBB [Romo Maqnis Suseno], oleh karena penderitaan orang asli Papua sangat besar selama ini di Indonesia maka saatnya Indonesia harus refleksi [Dr.Benny Giay]. Dan, coba sekali-kali malulah negara indonesia ini terhadap orang asli Papua yang baik hati itu, sebab penderitaan orang asli Papua itu luka-busuk yang ada di Indonesia [Romo Maqnis Suseno].

 

  1. Indonesia Selalu Mengejar-Ngejar Orang Asli Papua di atas Negerinya,

Sejak Papua dimasukan ke dalam Indonesia secara manipulasi sampai saat ini, soal kemerdekan bangsa Papua dibungkam oleh negara dengan program negara yang disahkan dalam UU negara serta dalam setiap intruksi presiden pada setiap periode yang bertujuan untuk mempertahankan NKRI yang tentunya akan terlapuk itu. Jadi, soal pembunuhan, penembakan, perampasan tanah, pengejaran adalah agenda negara yang harus dipatuhi dan dilakukan oleh presiden setiap periode, sebuah contoh pertanyaan; mengapa Gusdur dilengserkan ? apakah dia melawan dan membongkar rahasia pemimpin penjahat di Indonesia ? kita renung sendiri terkait soal itu.

 

Otsus itu diberikan karena orang asli Papua minta kembalikan hal politik yang dilenyapkan oleh Indonesia. Tidak ada alasan lain barang itu dikasih dan mereka juga punya tujuan tertentu melalui barang yang diberikan itu.

 

Hasil otsus apa yang dirasakan orang asli Papua ? setahu saya : 1) terjadi pelanggaran HAM meningkat, 2) pemekaran administrasi negara kolonial terwujud, 3) gaya hidup orang asli Papua dihancurkan, 4) terjadi migrasi manusia melayu meningkat, 5) perampasan tanah terjadi di mana-mana, 6) intimidasi berlebihan terjadi, 7) pengaruh dana korupsi berkawinan cewek paha putih meningkat, 8) para migran membuka usaha di mana-mana, 9)  investasi perusahan ilegal dihadirkan, 10) pengejaran dan pembunuhan orang asli Papua terus terjadi, 11) Dan masih banyak lagi.

 

  1. Para Pejabat Papua Yang Jujur dan Membela Rakyatnya, Jakarta Intimidasi mereka

Dalam pembahasan poin ini juga sering dialami oleh beberapa pejabat orang asli Papua. Jadi, seperti begini, kami pejabat negara saja diperlakukan Indonesia, apalagi masyarakat orang asli Papua itu intimidasinya lebih dari itu [Yunus Wonda, ketua DPRP].

 

Ini ada satu lagi; saya ini orang Kristen merasa dosa menjadi gubernur Papua sementara rakyat saya diperlakukan secara tak manusiawi [Lukas Enembe]. Jadi, benar bahwa orang asli Papua yang berumpun melanesia itu lagi ditenggelamkan oleh Indonesia di atas tanah Papua.

 

Segala sendih hidup orang asli Papua juga dikuasai oleh migran, dengan membawa berbagai nama lagi dari daerah mereka untuk diganti nama tempat dimana tempat yang mereka menghuni di Papua, contoh : bukit jokowi atau bukit boyolali, atau soekarnopura, jalan makasar di salah satu jalan di nabire, dll. Contoh-contoh ini mau ditenggelamkan nama-nama Papua melanesia. Soal-soal itu para pemimpin negara kolonial di Papua harus pertegas melalui peraturan daerah yang isinya memihak kepada keaslian daerah di Papua.

 

Para Pejabat Papua jangan lupa baca dan terapkan konsep buku yang berjudul “mari kita meminum air dari sumur kita sendiri [Gembala Dr.S.Yoman, Presiden Gereja Babtis Papua], dan Konsep Mulai Membangun Ekonomi Rumah Tangga ‘Eda Owada’ [Dr.Benny M.Pigai]”, biar kembali membangun keaslian kita orang asli Papua.

 

  1. Orang Berhati Baik Selalu Distigmai dan Diintimidasi,

Orang asli Papua dari nenek monyang tak pernah tahu yang namanya bentuk-bentuk kejahatan modern. Orang asli Papua tak pernah punya karakter cepat main fisik, suka bertengkar, suka mabuk-mabukan, dan stigma-stigma lainya. Walau benar orang asli Papua sekarang banyak yang berkelakuan itu tetapi itu semua terjadi karena pengaruh akulturasi budaya orang migran baik itu orang asing eropa atau orang asing melayu. Dan, memang benar itu pengaruh gaya hidup bangsa penjajah Indonesia.

 

Indonesia juga sering stigma orang asli Papua itu separatis. Tetapi bagi orang asli Papua tidak setuju yang namanya separatis, sebab orang asli Papua tak pernah ada kontribusi perjuangan Indonesia selama Indonesia berjuang untuk merdeka, bahkan kami juga sudah tahu bahwa semua pulau India timur tidak pernah berjuang yang namanya Indonesia merdeka. Jadi, orang asli Papua itu bukan separatis, OPM itu bukan separatis, TPN itu juga bukan separatis tetapi mereka adalah bagian dari kelengkapan negara untuk mempertahankan hak kemerdekaan yang dihilangkan oleh amerika, indonesia dan belanda.

 

  1. Cepat atau Lambat Papua Akan Merdeka,

Orang asli Papua akan merdeka menjadi negara adalah “pasti”. Jadi, permintaan orang asli Papua minta mengakui negara sendiri di luar Indonesia yang pernah dilenyapkan adalah harus dilakukan oleh Indonesia sebagai sebuah PR besar untuk Indonesia demi masa depan anak cucu Indonesia sendiri sebagai rumpun melayu. Namun, tidak dilakukan permintaan orang asli Papua, tentu Papua Merdeka Negara sendiri, pulau lain di Indonesia akan menyusul untuk terjadinya perpecahan, kemudian nama Indonesia akan tertinggal nama.

 

Saya secara jujur sampaikan bahwa “kalau orang asli Papua hidup bersama Indoensia tentu orang asli Papua akan Punah” maka tujuan hidup orang asli Papua yang satu adalah “satuPapua menjadi negara sendiri” adalah solusi perdamaian bagi Bangsa Papua melanesia.

*

Demikian, tulisan ini saya membagikan melalui medsos kepada semua orang yang ingin tahu tentang masalah Papua. Sebenarnya tulisan ini perlu menulis secara detail tetapi saya hanya menulis sepangkal ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

 

Penulis adalah: mahasiswa asli Papua yang tinggal di tanah orang Jawa.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *