Foto dok. Pribadi The’me Nawipa

 

Oleh : The’me Nawipa

  1. Pendahuluan,

Kata dasarnya punah (extinct) “kepunahan, memunahkan, dipunahkan, pemusnahan” yang mempunyai pengertian suatu proses hilangnya makluk hidup asli (organisme hidup) dalam sepanjang waktu geologi yang terjadi karena orogenesa atau epirogenesa, perubahan lingkungan hidup, evolusi migrasi antara makluk hidup yang satu dengan makluk hidup yang lain, pencampuran akibat migrasi tumbuhan dan hewan lain di lingkungan makluk hidup asli, perkawinan silang, revolusi perang, eksploitasi SDA (sumber daya alam) dan masih banyak lagi.

 

Pemusnahan bisa terjadi dalam proses yang lama maupun dalam proses yang lebih cepat. Contoh pemusnahan terjadi dalam proses yang cukup lama adalah banyak tetapi salah satunya adalah “perkawinan silang”, sedangkan terjadi secara cepat bisa terjadi melalui strategi para penjajah dan penguras sumberdaya alam dengan cara  yang digunakan obat bahan kimia atau bahan beracun melalui makanan dan minuman, penyebaran penyakit, perang secara brutal, pembunuhan dan lain sebagainya.

 

Soal pemusnahan itu juga, orang aborigin yang pernah punya benua kangguru (Australia) itu telah mengalaminya, selama mereka mulai dijajah oleh orang eropa sejak tahun 1700-an, sehingga hari ini mereka telah menjadi sedikit yang aslinya, walau banyak dengan orang aborigin berkulit putih (campuran), proses itu terjadi karena nenek moyang mereka secara dratis melakukan “perkawinan silang” ketimbang saling menikah dalam se-aborigin sendiri. Hari ini, aborigin asli sudah sedikit di tanah benua kangguru itu, walau sering dibilang aborigin putih banyak menutupi benua Australia. Maka itu, kita (orang Asli Papua) harus belajar dari pengalaman orang aborigin di tetangga Kita (benua kangguru).

 

  1. Pengetahuan Orang Aborigin & Orang Asli Papua,

Orang aborigin adalah orang asli Australia atau masyarakat adat australia, sedangkan orang Papua adalah orang asli New Guinea (PNG+Papua) atau masyarakat adat Papua. Menurut, sejarah migrasi manusia pertama dari afrika nenek  moyang orang aborigin dan sebagian nenek moyang orang asli Papua pernah hidup sama-sama, dengan buktinya orang aborigin punya hewan piaraan (anjing) dan sebagian nenek moyang orang pegunungan Papua pernah piara anjing dan anjing itu pernah menjadi petunjuk jalan ketika bermigrasi ke Papua. Saat ini, anjing yang dulunya jinak dengan manusia itu, telah menjadi anjing liar di pegunungan Papua,  melalui hasil penelitian anjing itu dinamakan anjing bernyanyi purba yang masih hidup.

 

Secara Geologi pulau New Guinea juga adalah masih sedaratan dengan Australia bila dilihat dari paleo-oseanografi (kedalaman dasar laut Papua selatan dan Australia masih dangkal), tetapi dipandang dari geomorfologi laut Papua memang terpisah dari Australia akibat es mencair, dan cairannya terisi pada kawasan yang dahulunya daerah rawa-rawa dari Papua bagian selatan sampai sepanjang pantai Australia bagian utara. Jadi, memang benar orang aborigin dan sebagian orang asli Papua adalah benar-benar mengalami proses perubahan dan selalu punah secara perlahan dalam  sepanjang waktu mulai ketika mereka bermigrasi sampai hari ini dan kehidupan selanjutnya.

 

  1. Pengetahuan Tentang Orang Asli Papua,

Orang asli Papua New Guinea adalah sekumpulan dari beragam suku, bahasa dan budaya yang berada dalam bingkai besar rumpun melanesia. Orang asli Papua New Guinea  (PNG+Papua) adalah mereka yang sudah lama hidup di pesisir pulau, pulau-pulau kecil, lembah-lembah dan dataran tinggi yang berada di dekat benua Australia utara dan sebelah timur dari negara-negara bangsa melayu (Indonesia).

 

Menurut prasejarah migrasi manusia, orang Papua New Guinea terdiri dari dua gelombang, yaitu orang melanesia gelombang pertama (melanesia tua), dan orang melanesia gelombanga kedua (melanesia muda). Untuk memahami pembuktian adanya orang melanesia bergelombang tua dan muda itu dilihat dari beberapa hal yaitu; faktor etnohistoris, faktor sejarah migrasi, ciri-ciri fisik dan geografis hunian.

 

Berdasarkan beberapa hal tadi, orang asli Papua New Guinea (PNG+Papua) terdiri dari dua ras dalam satu rumpun melanesia yaitu : 1).Ras austronesia, adalah yang belakangan bermigrasi dari asia tenggara pada zaman modern awal dengan digunakan perahu atau sejenis lainnya. Ras austronesia juga cikal-bakal bahasa melayu Papua yang berdomisili di sebagian besar pulau-pulau kecil dan sepanjang pesisir berdekatan dengan pulau New Guinea. Ciri-ciri fisik mereka seperti rambut bergelombang, berkulit putih kecoklatan, sering digunakan kain timur, piring batu dan perkakas lainnya yang tidak seperti alat dan bahan yang sangat sederhana dan alami. Mereka itu seperti; orang asli byak, rajaampat, orang bogenville, orang fiji, orang pesisir PNG, dan lainnya yang di pulau kecil dan pesisir,

2). Ras Trans New Guinea (Mirip Aboriginal) orang Melanesia Tua yang pernah bermigrasi gelombang pertama. Mereka ini tersebar di sepanjang dataran tinggi Pulau Papua New Guinea (PNG+Papua) dan lembah-lembah besar di Pulau tersebut. Mereka ini baru mengenal keadaan dunia modern pada abad ke-20, bahkan mereka tak ada hubungan apa-apa dengan bangsa melayu bahkan bahasa melayu. Mereka ini hidupnya berkelompok-kelompak berdasarkan marga, suku dan bahasa di Pulau Papua. Peralatan dan bahan adat yang digunakan adalah koteka (berjenis buah labu dan Moge kulit kayu), jubi dan anak panah serta perhiasan asli lainnya. Rumah adat mereka berbentuk sarang burung pipit yaitu hanya satu pintu kecil, kemungkinan mereka buat rumah seperti itu karena digeneralisasikan secara budaya oleh nenek moyang mereka saat mereka menghuni daerah-daerah dingin atau es pada zaman es mencair di kutup utara dan selatan.

 

  1. Fenomena Pemusnahan Orang Asli Papua,

Sebagai orang asli Papua, saya sangat kwatir bahwa kita, orang asli Papua akan punah. Proses pemusnahan itu bukan hanya fenomena baru yang terjadi. Kemungkinan besar nenek moyang kita pernah mengalaminya secara alami ketika mereka bermigrasi dalam ribuan tahun mulai ketika manusia pertama muncul dari benua afrika (konsep pikir teori migrasi manusia).

 

Contoh Kita orang asli Papua dari ras austronesia (generasi melanesia muda) yang ada sekarang ini tentu budaya mereka yang diturunkan dari nenek moyang, telah terjadi perubahan secara total oleh karena berbagai faktor; terjadinya perkawinan silang dengan orang melayu, orang asia timur, orang indo-china. Saya menduga, sepertinya bahasa yang digunakan nenek moyang mereka itu pada awalnya bukan bahasa melayu Papua tetapi bahasa lokal mereka masing-masing. Bukan hanya, itu mereka juga telah mengalami banyak tantangan dan dikorbankan saat perang dunia 1 dan 2 sampai saat ini, sehingga lagi minoritas dan ternampak punah dan selalu hidup dalam trauma.

 

Orang Asli Papua Ras Trans New Guinea (Aboriginal) juga lagi mengalami perubahan dalam tatanan hidup mereka. Proses perubahan itu dimulai sejak orang asing datang ke sana, tetapi lebih berbahaya itu saat terjadi perang dunia ke-2 yaitu selama terjadinya keterlibatan proses konsfirasi geo-ekonomi politik dari amerika, belanda dan PBB dan selanjutnya mereka serahkan secara tak masuk akal ke tangan bangsa melayu (Indonesia).

 

Mulai dari tahun 1960-an kehidupan orang asli Papua, ras Trans New Guinea itu mulai mengalami dan menghadapi badai fenomena pemusnahan. Faktor – faktor pemusnahan itu terjadi karena; terjadinya pemekaran sistem pemerintahan indonesia di Papua, pengaruh uang otsus, perkawinan silang, pembunuhan, karena praktek kekerasan TNI/Polisi dan BIN masih hidup, hadirnya pola makan baru dan masih banyak lagi.

 

  1. Kesimpulan dan Solusi.

Terkait dengan judul ini, saya simpulkan bahwa; memang benar proses perubahan dan evolusi hidup sepanjang masa di bumi ini secara kekuatan manusia tak mampu melawan dan mempertahankan yang aslinya. Tetapi, sangat luar biasa adalah sedikit bisa dipertahankan aslinya itu, bila terjadi revolusi pendirian negara baru, biar mengatur dan mengurus di rumah tangganya sendiri.

 

Jadi, solusi untuk kita orang asli Papua adalah kita harus bertobat dalam hal perkawinan silang ini, sebab melalui itu tentu akan terjadi perubahan budaya secara total. Dan, terkait dengan itu, dengan soal ini akan mempengaruhi pada pembuktian DNA di kemudian hari demi penjajahan bangsa lain dalam evolusi geopolitik sepanjang masa dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, tidak mungkin ada solusi lain, solusinya adalah saatnya semua orang asli Papua dari dua ras yang ada dalam bingkai rumpun melanesia ini harus bersatu dan rebut untuk mendirikan negara sendiri.

*

Demikian, tulisan ini, saya membagikan kepada saudara/i sekalian sebagai bagian dari pengetahuan dan peringatan sebelum terjadi punah dan perubahan secara total di atas tanah kita satuPapua. Bila kata-kata yang kurang tertarik dan tidak senang di hati saudara/ri saya siap menerima komentar dan tanggapan anda. Namun, bila dirasa sebagai sebuah peringatan maka semoga bermanfaat dan perlu didiskusikan dengan sesama teman Papua yang lain.

 

Penulis adalah pecinta tanah tumpah darahku, Papua.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *