Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sari Antari-(SM/Wiyai)

 

Jayapura, Suarameepago.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sari Antari mengatakan, Posisi Kota Jayapura berada di ibukota Provinsi Papua. Sehingga banyak masyarakat yang datang berobat ke kota Jayapura sehingga sewaktu-waktu angka (HIV/AIDS) di kota ini meningkat.

Ni Nyoman Sari Antari mengatakan, pihaknya gencar melakukan tes agar masyarakat di kota Jayapura, tidak lagi terjangkit penyakit HIV/AIDS. Karena penyakit ini sudah dikategorikan sebagai epidemi luas.

“Epidemi luas itu penyakit ini sudah menyebar ke kalangan masyarakat dan mudah untuk tersebar. Maka kami gencar melakukan tes HIV kepada masyarakat,” katanya, kepada jubi, Rabu (27/3/2019).

Ni Nyoman Sari Antari mengatakan, pihaknya juga membagi target estimasi untuk kelurahan dan kampung.

“Jadi di kelurahan dimana mereka bermukim, kami sudah tahu. Jadi petugas kami langsung turun di Kelurahan tersebut Lalu memberikan obat selanjutnya kita dampingi mereka,” katanya.

Ni Nyoman Sari Antari mengatakan, Setelah mereka diperiksa oleh petugas dan mereka terjangkit penyakit HIV Maka langsung memberikan obat dampingi.

“Kita temukan 90 persen, penyakitnya dan minimal 90 persen obatnya diminum agar minimal mereka bisa bertahan. Ketika dia minum obat ARV maka virusnya tidak akan bertambah lagi,” katanya.

Ni Nyoman Sari Antari mengatakan,  penyakit TBC juga menjadi target pemerintah kota Jayapura.

“Karena melalui TBC ini penyakit HIV AIDS mudah sekali menular. Pendekatan Indonesia sehat kalau ada kasus kita tangani. Tergantung semua bergerak terutama pemerintah, FKUB, Pimpinan Masjid dan lainnya,” katanya.

Ketua Harian Komisi Penaggulangan HIV AIDS kota Jayapura Rustan Saru mengatakan, Pemerintah pusat harus memberikan dana kepada pemerintah provinsi, kabupaten kota untuk membrantas penyakit HIV AIDS tersebut.

“Kami terus melaku koordinasi dengan multi pihak. Kita terus melakukan kesinambungan antara ketua NU Muhammadiyah, Gereja gereja khotbah kepada masing-masing umat. Camat lurah, RT RW, bicara siang malam untuk membrantas miras,” katanya. (Wiyai/SM)

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *