Manokwari,Suara Mee-Solidaritas mahasiswa meepago di Manokwari gelar deklarasi penolakan OTSUS Jilid II, berlangsung di Manokwari papua barat kamis (31/07/2020)

Mahasiswa meepago berpandangan dan memahami realita implementasi OTSUS Jilid I di Papua ,sama sekali tidak berpihak mendorong dan membuat rakyat Papua merasakan sejahtera dan berprogres terhadap berbagai dimensi kehidupan yang ditargetkan dalam UU OTSUS.

Bahkan hingga kini rakyat Papua belum sepenuhnya memahami arti penting yang mengkontribusi dalam memajukan kehidupan yang lebih baik sebagai obyek sekaligus subyek yang diukur pada OTSUS tersebut.

Mahasiswa Meepago menilai bahwa implementasi OTSUS tidak menitikberatkan pada rakyat yang dianjurkan untuk mendorong ketertinggalan dari berbagai kebijakan sentralistik yang tidak memberikan kontribusi secara intensif kepada rakyat Papua setelah dianeksasi teritori west Papua ke dalam bingkai NKRI.

Oleh karenanya, solidaritas mahasiswa meepago meminta kepada pemerintah Indonesia untuk kembalikan hak dan memberikan ruang sepenuhnya kepadak rakyat Papua untuk menentukan lanjut tidaknya otonomi khusus jilid II (OTSUS)

Adapun beberapa pernyataan sikap mahasiswa meepagoo (Nabire,Deiyai Dogiyai,dan Paniai) di Manokwari Papua barat

1.Dengan tegas menolak kebijakan otonomi khusus jilid II Yang di tawarkan oleh Pemerintah Indonesia.

2.Kami mendukung penuh petisi penolakan Otonomi Khusus jilid II dari rakyat Papua, yang di dukung dari 32 organisasi di tanah papua maupun 2 organisasi dari Indonesia.

3.Kami menolak segala bentuk perwakilan yang mengatas namakan seluruh elemen masyarakat papua.

4 dengan tegas kami meminta segera bubarkan tim pansus yang di bentuk tanpa putusan sebagai utusan rakyat Papua

5.Apabila pemerintah Indonesia tidak mengabulkan keempat pernyataan maka kami siap mendukung mogok sipil nasional di teritori west Papua

Andi Boga selaku pengurus korwil Dogiyai mengatakan, segala upaya yang sedang di lakukan oleh para elit politik Papua untuk meloloskan agenda jakarta memperpanjang otonomi khusus jilid II,dengan tegas kami minta stop melakukan upaya upaya memperpanjang OTSUS jilid II di Papua,”katanya kepada Suara Mee.

Boga,Sesuai dengan UU OTSUS tahun 2001 disitu sudah jelas bahwa hak perpanjang Otsus ada di tangan rakyat, untuk itu kembalikan ke rakyat Papua untuk menentukan hak mereka,”Ujarnya

Senada juga di sampaikan Akulian B.Yeimo, OTSUS hadir untuk memberdayakan dan mensejahterakan rakyat Papua, Namun Realitanya sampai saat ini rakyat Papua tidak merasakan hasil positif dari di berlakukannya Otonomi khusus di Papua selama 20 tahun,”katanya.

Lanjut,Yeimo Melihat gagalnya Otsus di Papua, kami mahasiswa sebagai tulang punggung dan Agent Perubahan Bangsa west Papua, Dengan tegas Menolak OTSUS jilid II di tanah Papua,”pungkas pengurus Korwil Paniai.

Reporter :Akulian Yeimo
Editor :Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *