Jayapura,Suara Mee-Mahasiswa universitas cendrawasih dari Sembilan Fakultas, gelar aksi menolak keterlibatan Lembaga Uncen untuk revisi undang-undang otonomi khusus (OTSUS) Papua,di Gapura Uncen perumnas tiga waena Jayapura, Senin (03/08/2020)

Aksi ini di gelar guna menanggapi Permintaan Pemerintah Provinsi Papua Yang mana meminta kepada akademisi universitas cendrawasih untuk merevisi beberapa pasal dalam undang-undang otsus.

Sebab di dalam undang-undang otonomi khusus (OTSUS) 21 tahun 2001 pasal 77 dengan jelas tertulis bahwa yang berhak penuh untuk melanjutkan Otsus dan tidaknya ada pada rakyat Papua.

Melihat itu Mahasiswa dengan tegas menolak pihak Lembaga Uncen tidak boleh ambil bagian dalam mengkaji dan merevisi undang-undang otsus.

Dalam kesempatan itu ketua korlap dalam orasinya mengatakan,yang berhak penuh menentukan otsus adalah rakyat Papua, untuk itu kami berharap berikan apa yang rakyat Papua mau,”Katanya.

Ia juga mengatakan Apabila Lembaga universitas cendrawasih terlibat dalam mengkaji dan merevisi undang-undang otsus, Maka kami mahasiswa akan kembali gelar Aksi besar besaran bersama rakyat Papua,Pungkasnya.

Adapun pernyataan sikap Mahasiswa

1.Yang berhak penuh menentukan berlanjut dan tidaknya adalah Rakyat Papua, berikan hak secara penuh kepada rakyat untuk menentukan.

2.siapa pun tidak memiliki Hak untuk memperpanjang otsus, kecuali Rakyat Papua

3.pemerintah Republik Indonesia,Presiden Jokowi dodo segera bertanggung jawab semua pelanggaran HAM yang terjadi diatas Tanah Papua.

4.Rakyat Papua dengan tegas menolak segala bentuk pemekaran DOB baru di teritori west Papua.

5.segera gelar referendum di Papua Barat sebagai solusi demokratis bagi bangsa Papua.

Reporter :Benedict Agapa/SM

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *