Jayapura,Suara Mee-Ketua pemuda baptis di tanah Papua ( Sepi Wanimbo ) menilai para bupati Se – Papua gagal prioritaskan anak asli putra daerah dalam rekrutmen formasi CPNS 2018.

Sebelumnya membuka pendaftaran formasi CPNS awal 2018 sikap para pengambil kebijakan pernah sampaikan melalui media bahwa, 80% prioritaskan anak asli putra daerah lalu 20 persen saudara – saudari kita dari luar Papua.

Tetapi sayang sekali janji hanya bohong karena kenyataan hari ini bahwa hasilnya yang keluar lebih banyak di terima sebagai calon anggota CPNS itu Non Papua. Lalu anak asli putra daerah jadi korban karena tempatnya sudah diisi oleh orang lain,”Sepi wanimbo.

Sejarah mencatat sejak Negara Indonesia merdeka 1945 – 2020 ini kami orang asli Papua tidak pernah mendapat kesempatan untuk kerja di luar Papua dan hampir setiap saat selalu di persulitkan untuk mendapat kesempatan ikut formasi CPNS seperti di Pulau Jawa, Kalimantan, Surabaya dan sekitar.

Tetapi mengapa para pengambil kebijakan selalu memberi ruang seluas – luasnya kepada saudara – saudari kita dari luar Papua.

Padahal Pemerintah Pusat memberikan undang – undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus ( Otsus ) bagi Papua. Ini sudah sangat jelas menjadi jaminan bagi orang Papua untuk prioritaskan anak asli putra daerah menduduki tempat – tempat yang sudah di siapkan oleh pemerintah,”ujarnya.

Lanjut Wanibo,Saya lihat dari sekian kabupaten kota se – Papua, hanya Kabupaten Paniai dibawah komando Bupati Meky Nawipa. Yang sangat mengerti isi hati rakyat Papua terlebih khusus Paniai, sehingga dalam rekrutmen CPNS 2018 ini 100% di utamakan anak asli putra daerah yang di terima sebagai calon anggota CPNS. Ini kebijakan yang sangat luar biasa sehingga kami patut memberikan apresiasi kepada beliau dan menjadi teladan yang baik bagi daerah lain di Papua,”katanya.

Dan bagi pencaker yang tidak lolos nama dalam formasi kali ini harap yang berkecil hati tetapi tetap semangat pasti ada kesempatan lain yang Tuhan sudah siapkan.

Sehingga bagi putra – putri terbaik Papua saran ilmu pengetahuan, keterampilan, skil, bakat yang sudah dimiliki selama duduk di bangku study jangan simpan – simpan begitu saja tetapi coba usahakan membuka lapangan kerja seperti, Buka kursus computer, rental ketik, Kios, Warung, usaha ternak dan lainnya untuk menghidupkan kebutuhan hidup,”harap wanimbo.

Harap kepada bupati se – Papua ketika ada formasi CPNS ke depan jangan sekali – kali kasih kesempatan kepada saudara – saudari kita dari luar Papua tetapi 100% harus prioritaskan anak asli putra daerah karena disini tempat bagi kami orang asli Papua untuk mengabdi,”pungkasnya.

Reporter :Akia Wenda

Editor :Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *