Manokwari,Suara Mee-Solidaritas Mahasiswa Suku besar Yali (Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang) di kota studi Manokwari minta kepada presiden republik Indonesia Ir. Jokowi Dodo dan polda papua Paulus waterpau, segera tarik kembali militer yang sedang melakukan Penyisiran di kabupaten yahukimo.

Hal itu ditegaskaskan Mahasiswa dari suku besar yali di Manokwari Papua barat,di halaman Asrama Yalimo Rabu (02/09/2020)

Melalui orasi perwakilan dari mahasiswa korwil yahukimo menyampaikan, Orang tua kami sedang diintimidasi diteror di rampas busur dan anak panah serta kekerasan oleh militer Indonesia di kabupaten yahukimo itu tidak adil karena negera republik Indonesia adalah Negara hukum,”pungkasnya.

Erick Aliknoe dalam orasinya mengatakan,mahasiswa suku besar yalibdengan tegas atas Menolak kehadiran militer organik maupun an-organik yang ada di papua terlebih khusus di yahukimo.

Kata,Erick Militer Indonesia yang sedang merampas anak panah milik orang tua kami, itu budaya kami orang gunung dan kami orang gunung budaya kami itu tidak pernah ajarkan berbuat kejahatan terhadap sesama, karena anak panah untuk berburuh dan kampak dan parang di gunakan untuk menebang pohon dan membersikan rumput untuk berkebun,”ujarnya.

Sementara itu perwakilan dari Mahasiswa Pegunungan Bintang Yohanes Aliknoe Mengatakan,perang berkepanjangan di Timika Ngduga Intan Jaya Lani Jaya dan Yahukimo itu politik murni dari orang tua OPM TPNPB maka, jangan menggangu rakyat sipil di kabupaten,terlebih khusus Kabupaten Yahukimo Papua.

Marselino Wegobi Pigai Mewakili IMPT Mengatakan kami mahasiswa pegunungan tengah minta kepada Gubernur MRP dan DPRP-Papua, segera menyuarakan sebagai mana amanah yang di berikan oleh rakyat dan alam papua,”harapnya.

Kata,Pigai di bumi cendrawasih tidak ada iplementasiaan undang-undang pengayoman, pengamanan bagi masyarakat tetapi jutru melahirkan intimidasi teror persekusi terhadap masyarakat itu sudah mulai terbukti,”katanya.

Ini pernyataan sikap solidaritas mahasiswa suku besar yali di manokwari, yang di bacakan oleh kordinator lapangan maikel.

1.Gubernur bupati dan DPR segera melakukan negosiasi kepada kapolres, kapolda dan hentikan pengejaran, penyisiran terhadap rakyat sipil di yahukimo

2.Hentikan penyitaan alat-alat kerja berburu dan alat budaya rakyat yahukimo

3.Hentikan penangkapan semena-mena terhadap rakyat yahukimo

4.Segera bebaskan semua tahanan yang di tahan di polres yahukimo

5.Kapolda papua segera copot kapolres yahukimo

6.Kapolda papua segera tarik pasukan bersenjata dari kabupaten yahukimo

7.Segera hentikan tindakan represif aparat keamanan terhadap masyarakat yahukimo yang sangat berlebihan

8.Polres yahukimo segera kembalikan alat-alat sitaan berupa panah kampak parang dan alat budaya lainnya.

9.Mendesak komnas HAM segera turun ke yahukimo

11.Pemerintah indonesai segera buka akses bagi jurnalis internasional untuk meninvestigasi pelangaran HAM di papua.

12.Perang yang terjadi di seluruh wilayah papua terhadap TNI/Polri adalah murni dari OPM TPNPB terkait masalah papua.

Reporter :Akulian Yeimo
Editor. : Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *