Jayapura, Suara Mee – Pelaku penembakan Pdt Yermias Zanambani harus di lakukan proses hukum secara pidana dan administrasi, sesuai dengan undang undang yang berlaku di Indonesia.

Hal itu di tegaskan ketua Solidaritas Mahasiswa intan jaya Rychco kobogau kepada Suara Mee di Jayapura Jumat, (23/10/2020)

“Negara harus harus serius dalam menyelesaikan masalah pelaku penembakan Pdt Yermias Zanambani.

Rychcho kobogau mengatakan, hasil investigasi TGPF Intan Jaya menemukan kesimpulan pendeta Yeremia tewas setelah terkena tembakan dari oknum aparat.itu benar ,” katanya.

Menkopolhukam harus memberikan informasi yang pasti, siapa orang yang membunuh Pdt Yermias Zanambani, kalau di bilang oknum aparat berarti aparat itu banyak, maka harus memberikan identitas pelaku siapa orang yang tembak itu,” harapnya.

Sementara itu sekertaris II Dewan adat Papua Jhon NR Gobai mengatakan, bicara kasus intan jaya, harus dilihat secara umum, mulai dari tahun 2019 bukan hanya masalah kematian Alm. Yeremias Zanambani, di intan jaya telah terbentuk siklus kekerasan.

“Selain persoalan Yeremias Zanambani, harus juga diungkap kasus kasus yang lain, kalo TNI dan Kombatan ya, sebenarnya tidak boleh ada korban jiwa tapi dari satu sisi itu resiko, jargonnya adalah menembak atau ditembak,” ujar gobai.

Menurut Jhon, kalau penembakan itu terjadi oknum aparat terhadap masyarakat sipil ya itu Pelanggaran HAM dan pasti disoroti oleh berbagai pihak.

kata gobai, sejak desember saya sudah bicara tarik pasukan, saya pikir sekarang lagi saya mau bilang, proses mereka yang terlibat dan tarik yang non organik,” pungkasnya.

Reporter : Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *