Oleh : Hendrikus Gobai


Perkembangan jaman semakin hari terus berubah, sehingga prioritaskan pendidikan ditingkat kalangan generasi muda sekaligus siapkan tenaga pengajar bagi para pegiat literasi di Papua.

Jangan sekali-kali biarkan anak-anak diluar pembinaan orang tua bahkan kaka-kaka, sebab inisiatif mereka ingin belajar, sehingga ajarilah dengan kesungguhan hati, bagi yang berprofesi untuk mengajar, ajarilah mereka hingga di sekolahkan dengan baik.

Jika orang tua abaikan anak tanpa di urus. Setidaknya mudah terjerumus dengan pengaruh lingkungan sosial. Ketika kita apatis dengan anak atau adik-adik kita cenderung pendidikan di Papua semakin maju.

Dikalangan kaum muda pengaruh lingkungan sosial berkembang pesat, sehingga itu membuat gairah kesemangatan mereka untuk belajar dilenyapkan dari pundaknya. Kadang keinginan mereka untuk belajar ada, tapi sering tenaga pengajar minim di pelosok Papua. Setiap guru berpikir rasional sesuai dengan kondisi rill disekitar lingkungannya.

Sehingga anak muda Papua jangan terpengaruh dan terpancing dengan hal yang tidak menguntungkan bagi setiap anak-anak dikalangan tingkat muda entah internal maupun eksternal Papua.

“Belajar mandiri sangat rumit juga membosankan, karena kegiatan iseng terlalu menonjol membuat anak lupa belajar di sekolah. Padahal belajar tiada kata libur bagi setiap generasi muda di Papua.

Ketika anak muda Papua beradaptasi dan interaksi di sekolah dengan baik, maka seorang anak obsesi untuk sekolah dengan profesionalisme yang tinggi.

Seseorang yang konsisten rajin ke sekolah, akan bekali Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang kemudian mendeskripsikan ke berbagai konteks secara ilmiah.

Pendidikan sangat penting bagi generasi muda Papua. Ketika anak muda Papua belum paham tentang bagaimana bisa sekolah demi progresif literasi di Papua

Diantara kita, bila ada anak muda yang kurang mengenal aksara, mengajari sedetik agar bisa mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar [SD]. Sebab pendidikan sangat penting bagi generasi milenial di Papua.

“Saya berharap bagi adik-adik utamakan literasi agar kedepan kalian menjadi seorang yang pandai dihargai. Harapan kami mulai sekarang musti prioritaskan dan memberi perhatian di bidang pendidikan.

Dimana tempat tinggal kita?
Jadilah tempat untuk kita belajar dengan kesungguhan hati kita. Jika ada pengaruh yang sifatnya merugikan akan berbahaya terhadap adik-adik kemudian membuat mereka lupa belajar.

Jika ada kaka-kaka intelek yang berpotensi tinggi semestinya mengambil tindakan positif. Bagaimana mengatasi pengaruh lingkungan sosial politik dikalangan kaum muda dengan berbagai perspektif?. Agar anak muda Papua hindari dari hal negatif kemudian mengubah pola berpikir mereka seutuhnya.

Bagi kami kaka-kaka memproteksi dan mengajari adik-adik dalam proses perjuangan di dunia pendidikan menuju perubahan yang hakiki agar mewujudkan harapan kita secara kondusif.

Jika hari ini tidak memperhatikan adik-adik kita! maka karakter mereka akan terpengaruh dengan hal negatif, sehingga harapan dan nasib mereka fatal. Untuk itu, “Selamatkan generasi sekarang demi selamatkan masa depan anak cucu.” harapan besar kita bersama.

Kompromi kaka terhadap adik musti rasional untuk memulai dan membangun dan membuka “kelompok belajar dan mengajar serta berdiskusi,” entah dimanapun anda berada konsisten mengajar dan mendidik demi progresif pendidikan di Tanah Papua.

Penulis : Mahasiswa Papua kuliah di Fisip Uncen Jayapura

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *