Jayapura, Suara Mee – Ferdinan Tekege salah satu Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (FT UNCEN) Jayapura, berhasil menyelesaikan Skripsi dengan judul “Analisis Pembakaran Bakar Batu, Kajian Etnosain Teknologi Suku Mee di Provinsi Papua” Penelitian berlangsung di halaman Fakultas Teknik Uncen Jayapura Papua. Jumat, ( 23/10/2020 )

Saat Penelitian Bakar Batu ini berlangsung, di saksikan oleh Bapak Rektor UNCEN

Ferdinan Tekege, sebagai mahasiswa Teknik Uncen mengatakan “Sebelumnya saya mengambil judul skripsi yang mana saat itu dikasih dari dosen pembimbing I Dr.Jhoni Jhonatan Numberi M.Neg Juga sebagai Dekan Fakultas. Setelah mendapatkan judulnya saya mulai ketik dan memprediksinya ke lebih dalam, “Katanya.

Lanjut Tekege, “Setelah menyelesaikan proses penyusunan proposal, skripsi juga dapat tanya dari berbagai dosen di teknik bahwa kami menjadi pertanyaan sehingga ada sebagian dosen bilang bahwa judul ini tidak layak di ambil karena tidak sesuai jurusan,” ujarnya.

Menurutnya itu sesuai jurusan dan ia kaitan ke dalam teori termodinamika fisika “Kemarin kami lakukan penelitian pesta bakar batu korbankan babi 1 ekor kemudian sayur, ubi yang kami siapkan. Dalam sisi pesta bakar batu itu, sesuai dengan adat istiadat suku Mee karena kami sebagai manusia tidak luput juga dari budaya, “tuturnya.

“Saya harap suku-suku yang ada di Papua sebagai budaya harus dikembangkan dengan hal bagaimana untuk mengambil judul skripsi atau proposal harus dikaitkan dengan budaya sebab melihat begitu pesatnya zaman teknologi sehingga salah satu cara untuk kita melakukan budaya harus menerapkan di fakultas, dalam moment seperti ini kita harus menunjukkan identitas orang Papua sebagai sukunya,” Harap Tekege.

Dekan Fakultas Teknik Dr. Jhoni Jhonatan Numberi M. Neg Juga sebagai Dosen Pembimbing I Mengatakan “Terus tingkatkan soal pesta Bakar Batu dan juga khususnya anak-anak yang sedang kuliah di teknik harus ada penerapan di tahun depan dan juga jangan memprioritaskan untuk melestarikan budaya Mee di fakultas teknik ini,” Kata Numberi.

Lanjut Numberi, “hal-hal seperti ini harus diteruskan dan diwariskan setiap tahun. Saya harap ke bagian pesisir dan Lapago bahwa dalam penelitian tersebut juga bisa diambil untuk bagaimana mengembangkan budaya masing-masing semua suku yang ada di Papua,” Harapnya.

Rektor Uncen Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T mengatakan “Hal ini pertama kali yang dilakukan oleh Ferdinand Tekege yang sedang berkuliah di Fakultas Teknik bagaimana untuk ke depan harus di kembangkan oleh setiap suku dan marga yang ada di Provinsi Papua,” katanya.

Reporter: Sisko F Pekei

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *