Jayapura, Suara Mee – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/I Masyarakat Piyayita (IPPMMAPI) Kota Studi Jayapura, telah melaksanakan Seminar dan pembubaran Panitia di Gereja Pos PI Imanuel Kali acai. Selasa, 27/10/2020.

Kegiatan ini, di dasari dengan Thema “Seminar sehari Panitia Raker merangkap orientasi (MABA) dan pembubaran panitia tahun 2020”

Dalam Kegiatan ini, peserta dibekali dengan materi tentang “Dasar-dasar belajar mandiri, membaca menulis sebuah konsep, adik-adik mahasiswa/I baru IPPMMAPI se-Jayapura di sampaikan oleh Sem Nawipa, S.Ak dan “Tata cara persidangan atau Pleno Musyawarah” di sampaikan oleh Demianus Obaipa.

Meki Muyapa, dalam kesan dan pesan menyampaikan bahwa kegiatan rutinitas yang telah dilalui baik Raker, Orientasi dan Seminar, juga pembubaran Panitia, yang mana sudah bekerja keras, walaupun kondisi semakin sulit untuk pencarian dana tetapi dengan kerja keras panitia sehingga ketiga kegiatan ini sudah berjalan baik,” Katanya.

Oktopianus Kudiai, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa “ketiga kegiatan yakni Raker, Perkenalan, Orientasi dan Seminar dan juga Pmbubaran Panitia sudah berlangsung dengan baik dan aman,” katanya.

Lanjut Kudiai “Kami Sangat bangga kepada para senioritas yang mana meluangkan waktu dalam rangka kegiatan ini” Ujarnya.

Lanjut Kudiai, “Kami memberikan Sertifikat kepada 17 orang sebagai anggota baru yang sah, karena kami sangat membutuhkan mereka, semoga mereka selalu bersama kami untuk bangkitkan Ikatan ini.” Katanya.

Hosea Yumai, selaku Pembina IPPMMAPI, dalam sambutannya mengatakan “Wadah ini adalah milik kita, yang turun temurun generasi ke generasi dan ikatan ini tempat kita belajar agar kita kuat dalam menghadapi era Globalisasi.” Ujarnya.

Lanjutnya “Ikatan kami ini tempat untuk diri kami belajar, sesuai dengan moto “Bersatu untuk Bekerja selalu awali dari jati diri kami,” itu harapan IPPMMAPI yang terbelakang menjadi terdepan.” Pungkasnya.

Reporter: Semuel Nawipa
Editor: Simion Kotouki

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *