“Saat Aparat keamanan pegang senjata di tangan siaga menutup jalan, di Perumnas 3 Waena, Jayapura, Papua hari ini, selasa, (27/10/2020). Facebook-SM”

Jayapura, Suara Mee – Aksi demonstrasi tolak UU Otonomi Khusus (OTSUS) Jilid II di Papua, yang digelar mahasiswa Universitas Cenderawasih [Uncen] dan Rakyat Papua, dihadang secara kekerasan oleh pasukan gabungan Polisi, Brimob dan TNI serta membuang tembakan gas air mata di Perumnas 3 Waena, Jayapura Papua. Pada Selasa, (27/10/2020) tadi.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Emanuel Gobay SH.,MH, lewat rilisnya mengatakan selain penembakan, polisi menangkap 13 demonstran, yakni: Apniel Doo, Doni Pekei, John F.Tebay, Yabet Lukas Degey, Meriko Kanak, Orgis Kanak, Charles Siep, Ones Sama, Yanias Mirin, Arkilaus Lokon, Kristianbus Degei, Laban Heluka, Ausilius Magai.

13 Masa aksi yang ditangkap Gapura Uncen Bawa Abepura, yang sedang ditahan di Kantor Polsek Abepura, Jayapura.

“Sementara itu, masa aksi Matias Soll, mahasiswa Fisip [Uncen] yang berada pada semester 7 (tujuh) ini, terkena tembak oleh Tentara Militer Indonesia [TNI]. Kemudian dirinya melarikan dari Tempat Kejadian Peristiwa [TKP] untuk masuk rawat di Rumah Sakit terdekat Dian Harapan di Perumnas 2 Waena, Jayapura Papua.” ujarnya

Manu Iyaba, Koordinator umum [Koorlap] mengatakan, masa aksi di Gapura Uncen bawa Abepura, sekitar pukul 10:31 pagi di tempat, masa aksi sekitar 13 orang lebih diangkut ke Polres Abepura.” katanya.

“Pihaknya sedang negosiasi dengan aparat kepolisian untuk membuka jalan. Tetapi pihak kepolisian tidak mengizinkannya, yang kemudian pihak kepolisian membuang tembakan gas air mata hampir rata-rata masa aksi ditundak mata suram,” ujarnya.

Gerson Pigai, menegaskan kepada Kapolda Papua segera perintahkan Kapolresta Jayapura dan Kapolsek Abepura untuk bebaskan 13 orang yang ditangkap dan sedang tahan di Polsek Abepura, Jayapura. ujarnya

“Kami menuntut agar 13 masa aksi itu harus dibebaskan, karena mereka tidak bersalah,” imbuhnya.

Reporter : Sepi S. Boma/SM

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *