Oleh: Gerson Yapewiyai Pigai

Pemekaran daerah otonomi baru ada karena Rakyat papua terus menuntut “penentuan hak nasip sendiri bagi bangsa west Papua sebagai Ras Melanesia.”

Dengan adanya kata merdeka bagi bangsa west Papua, maka Negara Republik Indonesia mempercepat pemekaran daerah otonomi baru sesuai kebutuhan para elit politik Papua. Ketika dimekarkan untuk pelaksanaannya ialah BIN BAIS, BIN, BIN TNI, BIN POLRI, KOSTRAD, KOPASSUS, Menteri Dalam Negeri, Pendropan Militer besar-besaran ke wilayah pemekaran Otonomi baru (DOB) di Papua.

Konsep pemekaran wilayah otonomi daerah baru ini, sangat rahasia bagi bangsa Indonesia untuk memantau orang asli Papua yang sedang memperjuangkan keadilan, perdamaian dan hak asasi manusia (HAM), dan mempersempit ruang gerak rakyat Papua sehingga militer Indonesia mudah sajah melakukan teror, penangkapan, intimidasi , pemenjaraan dan pembunuhan terhadap rakyat sipil secara brutal dan represif.

Contoh kecilnya kita bisa lihat realita yang sedang terjadi berkeliaran 24 jam di jalan seluruh west Papua seperti tukang tukang ojek, para pelamar, penjual, pos penjagaan polisi di setiap pintu masuk gunung dan mata mata jalan dan lain lain. Ini adalah bagian dari misi tersembunyi bangsa Indonesia, agar mudah melakukan penangkapan, pemenjaraan, ekploitasi, penghancuran, dan memusnahkan eksistensi secara sistematis akan kelangsungan hidup masa depan orang asli Papua.

Jadi dalam konteks kolonialisme Indonesia melakukan pemekaran provinsi kabupaten maupun distrik atau desa boneka Indonesia di Papua barat, hanya untuk mengadu dombakan, memecah belahkan keutuhan, persamaan dan kekuatan sebagai harkat dan martabat orang asli Papua.

Kemudian Klonialisme Indonesia melakukan pencurian Emas Perak, Tembaga, dan Nikel bahkan Uranium yang nilai produksinya sangat besar itu semua dieksploitasi, mencari sumber daya alam kekayaan Papua secara bebas tanpa ada pembatasan oleh Rakyat pribumi west Papua itu sendiri.

Ini semua adalah kenyataan yang benar-benar masih terjadi oleh karena gerakan mahasiswa Papua harus bersuara untuk dipungkuri lepas hingga tuntas.

Misi utama Kolonialisme Indonesia mekarkan daerah otonomi baru itu, ada beberapa maksud yang kita bisa melihat sebagai berikut:

  1. Penempatan pejabat non Papua sebagai intelijen negara Indonesia diposisi provinsi, kabupaten dan distrik di Papua mereka penyamar sebagai intelijen aktif di sipil untuk memantau pergerakan rakyat Papua.
  2. Mengirim transmigrasi gelap dalam jumlah besar ke tanah Papua.
  3. Mendirikan pos pos militer di seluruh tanah Papua barat, baik bentuk korem, batalyon, kodim, Koramil, polres dan Polsek
  4. Membangun mesjid seluruh tanah Papua dengan alasan kebebasan berhak beragama pada di luar Papua sana orang Kristen ditindas atas nama Agama.
  5. Mendatangkan perusahaan-perusahaan asing yang akan menampung karyawan dari luar papua yang didukun oleh kekuatan kolonial Indonesia.
  6. Membangun toko-toko Mega karyawan datangkan dari luar papua dikawal oleh TNI POLRI

Kesimpulan
Oleh karena itu, rakyat Papua jangan pernah terima gula gula Manis Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II dari Jakarta untuk Papua.

Tolak Otsus
Tolak pemekaran

Penulis adalah Mahasiswa Papua kuliah di Uncen dan aktvitis di gerakan perlawanan mahasiswa Papua

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *