Oleh: Hendrikus gobai kadepa

Saya dan kamu adalah sejajar sebagai manusia yang berguna di mata alam dan Allah leluhur bangsa Papua maupun leluhur mu sebenarnya. Tetapi mengapa saja engkau selalu menganggap aku ini seakan manusia yang tak berguna? Apa sesungguhnya yang kau perbuat ini logis dan rasional. Dengan perspektifmu sendiri mengajak berpisalah antara kita berdua supaya hidup kita akan tersendiri-sendiri. Sebab aku tak menghendaki gayamu dan pandangmu yang bersifat egois.

Anggapanmu yang demikian mengindikasikan “ada udang dibalik batu artinya ada maksud dari model pandanganmu ini yang substansialnya mengacu pada negativisme. Tentu ini muncul karena konteks politik kebebasan hidup negeri ini tanpa dipayungi oleh penguasa bangsa lain. Konteks sejarah politik yang telah dirancangkan bagi bangsa Papua di masa lalu. Sehingga konteks itu jangan menyembunyikan, tetapi segera pengakuan dan transparan serta kejujuran di mata umum.

Sebab hal itu adalah hak yang harus diakui sebagai umat Tuhan secara jujur. Hukum normatif bagi setiap bangsa yang berhak menentukan sebagai bangsa yang bebas/merdeka dari penjajah. Ini berkenaan dengan hak menentukan nasib hidup rakyat sendiri, bukan hakmu. Bangsa Papua dengan tekat berkomitmen secara universal oleh seluruh rakyat bangsa Papua memisahkan diri dari pada sikap kloni. Sejauh ini hidup bersamamu dengan rakyat Papua sama sekali tidak merasakan kenyamanan, akan tetapi justru selalu mengantui traumatis yang berkelanjutan hingga kini.

Keadaan demikian yang terlukis sepanjang kehidupan di tanah Papua mengajak rakyat bangsa Papua lebih memilih mananamkan prinsi yang lebih kokoh untuk hidup tersendiri tanpa dengamu. itu adalah harapan keunik rakyat Papua memiliki.
Oleh karena rakyat bangsa Papua tidak menghendakaki sakit hati dalam setiap waktu dan menit dari perilakumu senantiasa memainkan secara sistematis dalam sistim yang halus yang seakan setiap waktu mendengar bunyian rentetan senjata yang melahirkan peristiwa kematian anak bangsa di atas tanah Papua, maka hal ini diyakini rakyat Papua menuju kepunahan habis-habisan tanpa yang satu rakyat Papua hilang di atas tanah dan alam kekayaannya.

Oleh karena itu, tidak sudi dengan sistim itu melalui kebijakan pemerintah sehingga setiap hati kecil rakyat bangsa Papua yang sesungguhnya menolak kebijakan yang sistematis. Maka dengan, kebijakan pemerintah tidak menjamin kehidupan rakyat bangsa Papua sehingga berkenaan dengan berakhirnya kebijakan pemerintah Jakarta mengenai OTSUS JILID II yang berencana diperpanjang siap ditolak. Seluruh rakyat bangsa Papua berkehendak tolak otsus jilid II, dan segerah gelar referendum hak bagi bangsa Papua. Sebab kebijakan baru ini diyakini sangat membahayakan kehidupan seluruh rakyat bangsa Papua.

Seluruh elemen-elemen rakyat bangsa Papua meminta menggelar referendum. Rakyat bangsa Papua mau membangun dan menikmati kekayaan alam di Papua yang masih bertumbuh subur yang bisa memberikan polah kehidupan rakyat bangsa Papua yang sehat. Dengan ini maka masa depan rakyat bangsa Papua jadi bijak sehingg melaui ini disampaikan supaya pemimpin provinsi dan daerah mengambil langkah mendorong untuk mewujudkan harapan yang bertumbuh dari rakyat. Jangan justru seakan-akan bisu mengingat sejumlah uang yang dikantongi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

OTSUS JILID I sama sekali tidak ada pengaruh positif yang tercermin dalam kehidupan rakyat bangsa Papua yang esensinya menciptakan perubahan perkembangan dan kemajuan pada setiap bidang terutama bidang yang difokuskan melalui dasar hukum UU OTSUS No. 21 tahun 2001. Bahkan bidik dari pada OTSUS JILID I adalah peruntukan bagi elite politik Papua. Maka seluruh rakya bangsa Papua di sepakati bahwa tolak OTSUS JILID II di Papua dengan berdasarkan alasan masyarakat demikian. Sehingga suluruh rakyat bagsa papua dapat disepakati bahwa tolak tanpa kompromi dan segera gelar referendum menentukan hak nasib sendiri bangsa rakyat Papua.

*)Penulis Adalah Mahasiswa Uncen kuliah di Fisip

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *