Jayapura, Suara Mee- Ishak kegiye siswa SMK Negeri 3 Jayapura berhasil memproduksi garam. ada empat jenis garam yang di produksi diantaranya garam kristal, garam piramid, garam halus dan garam kasar.

Bahan dasar yang digunakan untuk memproduksi garam adalah mengunakan air laut Pasifik yang diambil dari teluk youtefa,” katanya kepada Suara Mee Sabtu (21/11/2020)

“Air laut ini kami sedot mengunakan Alkon naikan diatas pickap, selanjutnya dibawah ke tempat pembuatan garam di SMK Negari 3 kota Jayapura untuk melakukan penyaringan ,” katanya.

Kata Ishak, awalnya air itu masih muda, maka kita lakukan penyaringan sampai menjadi tua, setelah itu itu naikan diatas meja pengkristalan agar terjadi pembekuan,” ujarnya.

“tinggalkan selama tiga hari, jika cuaca mendung atau hujan bisa 4-5 hari untuk tunggu pembekuannya.

Ia mengatakan, setelah pembekuan kita angkat ke meja pengkristalan untuk memisahkan air dan garam, kemudian kami naikan lagi ke meja penjemuran selama dua hari,” ujarnya.

“Setelah itu kami angkut lagi untuk pisahkan, garam halus, kristal, piramid dan terapi, karena sekali produksi ada empat macam garam yang kami produksi,” katanya.

Garam halus dan kristal mengandung enacel dan kalsium, sebagai penyedap rasa pada makanan, sedangkan garam terapi memiliki manfaat untuk terapi badan, untuk memperlancar peredaran darah, menghidupkan sel-sel kulit mati, mengurangi asam urat sedangkan untuk garam piramid memiliki manfaat untuk menguatkan tulang tulang pada tubuh manusia,” ujar Kegiye.

“Awal kami mulai produksi garam dibulan Oktober, kami sudah produksi 400 produk garam, dan proses produksi garam ini sudah kami rencana dari tahun 2017 ditahun 2018 kami melakukan pengujian dan 2020 baru terwujud,” katanya.

Kata Ishak, Garam yang telah kami produksi, sudah diakui oleh badan pengelola obat dan makanan (BPOM) dan saat ini kami sedang promosikan, agar bisa bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Papua dan Indonesia,” ujarnya.

Untuk garam terapinya, sudah banyak konsumen yang telah pesan baik dari Papua maupun dari luar papua, dari Bali dan Jakarta sudah pesan Masing masing 100 bungkus,” katanya.

Sedang garam piramid, kata ishak sudah di pesan juga dari jepang, maka dalam waktu dekat kami akan kirim kesana.

“Memproduksi garam ini sementara kami masih mengunakan tenaga manusia, dan saat ini kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah kota Jayapura dan pemerintah provinsi Papua, untuk melengkapi alat alat produksi garam,” harapnya.

“Karena hasil produk garam ini sudah banyak masyarakat dikota Jayapura telah komsumsi, maka kedepan kami akan produksi lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Reporter : Jeffry Badii
Editor.
: Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *