Jayapura, Suara Mee– Mahasiswa Intan jaya dengan tegas menolak acara bakar batu yang dilakukan oleh TNI Polri pada 1 Desember 2020 di kabupaten Intan jaya dengan melibatkan masyarakat intan jaya.

Hal ini ditegaskan Marius hagimuni kepada Suara Mee dalam jumpa pers yang digelar di Asrama mahasiswa intan jaya buper waena.

“Saat ini masyarakat intan jaya sedang dalam trauma besar akibat penembakan yang terus terjadi di intan jaya,” katanya.

Maka kata Marius, TNI dan Polri jangan paksa masyarakat untuk ikut terlibat dalam acara bakar batu yang rencananya akan di lakukan pada 1 Desember 2020 ,” ujarnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa intan jaya Agustinus Hagimbau mengatakan, masyarakat intan jaya saat ini sedang dalam trauma yang membuat fisikologis mereka tergangu, dalam kondisi itu TNI POLRI paksa masyarakat ikut bergabung dalam acara bakar baku, ini tidak benar,” katanya.

Menurutnya, masyarakat intan jaya saat ini membutuhkan hidup yang aman dan damai bukan butuh makanan seperti bakar baku ,” ujarnya.

Maka, TNI dan POLRI tidak perlu melakukan acara bakar batu di intan jaya, kami mahasiswa dengan tegas menolak ini,” tegas agus.

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten Intan Jaya, jangan seenaknya mengijinkan TNI dan Polri melakukan acara bakar batu di intan jaya,” katanya.

“Seharusnya pemerintah harus hadir untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, agar masyarakat bisa hidup dengan aman dan tenang,” pungkasnya.

Reporter : Admin

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *