Jayapura, Suara Mee – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sektor Egago Wiyai Wilayah Numbai memperingati hari manifesto politik perjuangan kemerdekaan bangsa Papua, berlangsung di sekretariat Sektor Egago wiyai perumnas III waena
(1/12/2020)

HUT diawali dengan ibadah singkat sebagai pengucapan Syukur kepada alam leluhur bangsa Papua dan kepada Tuhan, yang dapat dipimpin oleh “Obai bona Adii”

Motto: Mee Dobiyo Maki Dobiyo Akikida Douya

Dengan Thema yang di landasi
“Yesus hadir untuk menyelamatkan umat Manusia dan Kita hadir untuk membebaskan alam dan manusia yang ditindas dan sedang menindas diatas Negeri Tanah Papua”.

Ketua Sektor Egago wiyai Peku Gobai mengatakan” kapitalis, kolonialisme, yang dapat diduduki pulau Papua untuk merebut kekayaan alam Papua dari tahun 60-an sampai 2020, dan kini pun masih dalam terjadi pembungkaman berdasarkan alasan yang tidak kondusif dinyatakan Papua merdeka, “Jelasnya.

Kata dia, ternyata amat kejam dengan berbagai sistem kejadian yang selalu terjadi dilakukan oleh kolonial Indonesia yakni; kekerasan, penindasan, pemerkosaan, pembunuhan. Tujuan memusnahkan kekayaan alam dan orang asli bangsa Papua, “kataNya.

Meskipun begitu kejam kejadian, tapi perjuangan pembebasan bangsa Papua tetap eksis berjuang dalam perjuangan pembebasan hingga titik penghabisan tumpah darah diatas tanah Papua untuk hidup tersendiri bagi orang asli bangsa Papua, tanpa dengan Negara Kolonial Indonesia, “ujar Gobai.

Salah satu Anggota Knpb Kikibi Pigai, mengatakan sebagai harapan besar bahwa, perjuangan KNPB dan seluruh rakyat bangsa Papua tetap dipertahankan perjuangan jalan menuju pembebasan di Tanah Papua dan demi juga ingin terpisah serta hidup hanya tersendiri diatas alam kekayaannya, “Harapnya.

lanjutnya, Sebab kebenaran tak pernah disembunyikan, maka kebenaran tetap kebenaran dan salah tetap salah untuk proses menentukan hak nasib sendiri bagi orang asli Papua, karena perjuangan Bangsa Papua bukan perjuangan tanpa ideologi melainkan perjuangan berdasarkan ideologi dan kebenaran yang sesungguhnya, “Pungkasnya.

Reporter : Hendrik gobai kadepa
Editor: Sisko f Pekei

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *