(Sebuah catatan pengantar untuk diskusi)

Oleh : John NR Gobai

Pengantar
Masyarakat adat papua harus merumuskan identitas berdasarkan pada fakta-fakta antropologis, ini penting sebagai bentuk penegasan pada identitas. Ini bukan untuk membedakan, siapa yang asli, siapa yang datang, tetapi penting untuk sebuah identitas bangsa.

Ini hanya pandangan pribadi, untuk kita bersama untuk merumuskan identitas masyarakat adat Papua
Pengertian MAP
Ini pengertian menurut saya, Masyarakat adat papua adalah Masyarakat yang berasal dari rumpun Melanesia yang terdiri dari masyarakat Austronesia, aborigin dan papuana yang tersebar di pulau papua yang tersebar di kepulauan dan tanah besar, yang nenek moyangnya telah mendiami wilayah adatnya, mempunyai sejarah penyebaran,mempunyai hubungan genealogis, nilai, norma hidup, hukum adat, system religi, pengetahuan, ekonomi, pengetahuan, bahasa, pemimpin adat serta kekayaan alamnya.

Sejarah dan Penyebaran MAP
Masyarakat adat Papua, merupakan masyarakat adat yang berasal bersama dengan masyarakat papua new guinea dan aborigin, namun yang masih memegang relasi itu adalah masyarakat keerom, muyu dan ngalum. Masyarakat dibedakan dari masyarakat yang ada di pesisir, peralihan dan pegunungan, Dugaan saya masyarakat yang berada di pesisir utara mempunyai hubungan keluarga dengan Halmahera,Ambon,dll.

Sementara yang dibagian selatan mulai dari Anim Ha lebih mempunyai relasi dengan aborigin masyarakat Papua New Guinea bagian pantai selatan. Sementara yang pegunungan berasal dari sebuah tempat di pegunungan antara Aplim Apom dan Dataran tinggi PNG, termasuk genyem dan masyarakat sekitar danau sentani termasuk juga beberapa suku yang ada di sekitar teluk saireri yang yakin bahwa mereka turun juga dari gunung, seperti; Wate, Yerisiam, beberapa suku disekitar waropen. Ini pekerjaan yang harus kita pecahkan bersama, untuk mencari identitas.

Dibagian pesisir pengaruh sultan tidore dan bacan sangat mempengaruhi kehidupan mereka hal itu ditandai dengan marga-marga yang sebenarnya pemberian dari sultan seperti; Mayor, Korano, Kapitarauw. Ini juga sangat terkait dengan konspirasi VOC dengan sultan tidore[1].

Pengaruh perang hongi juga sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat teluk saireri juga dengan mitos kuripasai hal ini ditandai dengan sejumlah marga menyebar di kawasan teluk, mulai dari numfor, teluk doreri sampai di Weinami, dari serui juga sampai di weinami, seperti; Sawaki, Yoweni, Rumadas.

serta mitos manarmakeri yang cerita pernah berjalan sampai ke teluk humbold di Numbay. Pengaruh budaya yang ditinggalkan juga oleh saudagar china adalah Piring, yang kini menjadi alat budaya, suku-suku di pesisir. Juga suling tambur yang merupakan budaya baru yang ada sejak masuknya gereja di daerah pesisir utara papu. Pengaruh hongi atau jaman perbudakan akibat konspirasi tadi maka kemudian suku byak, pergi menetap di tobelo, moratai sampai di raja ampat dan kepulauan ayau.

Tipe kepemimpinan, bahasa dan sosial politik
Menurut Dr.Jozh Mansoben, dari segi bahasa masyarakat adat papua dapat dikelompokan menjadi dua kelompok utama yaitu Austronesia (misalnya Waropen, Wandamen, Biak, Tobati, Iha, Ambai, Maya dan lain lain dan Non Austronesia misalnya Dani, Sentani, Mee, Asmat, Muyu, Meybrat dan lain sebagainya.
Sesuai dengan hasil penelitian Summer Institute Linguistic (SIL) di Papua terdapat sekitar 250 suku bahasa yang berbeda satu sama lainnya.

Dari segi tipe kepemimpinan, masyarakat adat papua, dalam penelitian Mansoben membagi, Tipe Kepemimpinan Masyarakat Adat Papua membagi dalam beberapa tipe antara lain

  1. Tipe kepemimpinan Raja atau sitem kepemimpinan atas dasar pewarisan, 2.Sistem kepemimpinan Big man atau pria berwibawa dan 3. Kepemimpinan campuran.Kepemimpinan atas dasar warisan atau atas dasar upaya pribadi untuk mencapai kedudukan tersebut. Menurut Mansoben system kepemimpinan atas dasar pewarisan merupakan system kerajaan (perdagangan di waktu lalu) di Raja Ampat, Fak Fak, Kaimana atau system Ondoafi atau Ondofolo di Sentani dan wilayah Kebudayaan Tabi termasuk Genyem yakni Demou Tru merupakan jabatan tertinggi dalam masyarakat Namblong yang hanya diduduki oleh Wai Iram.

Dari segi wilayah adat, menurut Dewan Adat Papua telah tersebar dalam tujuh wilayah adat Secara detail terdapat tujuh wilayah adat di Papua daerah daerah antara lain, wilayah adat 1 (Mamta) meliputi Port Numbay, Sentani, Genyem, Depapre, Demta, Sarmi, Bonggo, Mamberamo. Wilayah adat Saireri yakni Biak Numfor, Supiori, Yapen, Waropen, Nabire bagian pantai. Wilayah adat (Domberay) antara lain Manokwari, Bintuni, Babo, Wondama, Wasi, Sorong, Raja Ampat, Teminabuan, Inawantan, Ayamaru, Aifat, Aitinyo.Wilayah adat 4 kawasan Bomberay meliputi Fakfak, Kaimana,Kokonao dan Mimika. Wilayah adat Anim Ha meliputi Merauke, Digoel, Muyu, Asmat dan Mandobo. Wilayah adat LaPago antara lain Pegunungan Bintang, Wamena, Tiom, Kurima, Oksibil, Okbibab. Wilayah adat MeePago antara lain, Kawasan Meeuwo, Amungsa, Paniai, Mouwo. Sistem Pemerintahan adat di Masyarakat Adat Papua adalah ada dua system yaitu Oligarkhi dan Aristokrasi.

Penutup
Identitas haruslah dirumuskan dengan baik, bukan hanya melihat fakta geografis atau peninggalan belanda atau teori, tetapi betul berasal dari fakta antropologis dan sejarah asal usul, kawin mawin serta penyebarannya

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *