Jayapura, Suara Mee – Mahasiswa wilayah Meepago ( Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai intan jaya) Gelar pemasangan 1000 lilin mengenang kembali tragedi Paniai berdarah 8 Desember 2014 yang telah menewaskan empat pelajar diantaranya Simon Degei, Oktovianus Gobai, Alfius you, Yulian Yeimo dan abia Gobai, berlangsung dihalaman Asrama Paniai perumnas III Waena Selasa, (08/12/2020)

Mahasiswa meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Paniai dan pemerintah pusat untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM berat di kabupaten Paniai yang di lakukan oleh aparat keamanan kepada masyarakat dan pelajar di kabupaten Paniai yang menewaskan 4 orang pelajar, 6 orang korban kritis dan 12 orang terluka.

Berikut ini isi pernyataan sikap mahasiswa.

  1. Kami Mahasiswa-mahasiswi dan rakyat Paniai yang ada di Jayapura meminta kepada pemerintah kabupaten Paniai untuk menggugat dan menuntaskan pelanggaran HAM berat di kabupaten Paniai 8 Desember 2014 lalu.

2.Kami Mahasiswa-mahasiswi dan masyarakat paniai wilayah Jayapura meminta pangdam di Kabupaten Paniai agar segera mencabut jabatan sebagai TNI dan POLRI yang melakukan penembakan massal terhadap masyarakat dan pelajar di kabupaten Paniai.

3.Kami meminta kepada negara kolonial Indonesia agar segera menyelidiki dan menyelesaikan pelanggaran HAM berat secara horizontal kasus yang terjadi di kabupaten Paniai.

“Jika pernyataan sikap ini tidak di indahkan, maka kami sebagai rakyat Papua lebih khusus Mahasiswa, masyarakat dan pelajar kabupaten Paniai. Akan menyatakan bahwa negara kolonial Indonesia gagal dalam melindungi masyarakatnya dengan proses hukum yang semestinya dilakukan.

Reporter: Sisko f. Pekei

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *