Nabire, Suara Mee – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua mendesak kepada Asosiasi Bupati Meepago (ABM) agar segera buka akses laut, khususnya Pelabuhan Nabire

Pasalnya, hingga saat ini ribuan mahasiswa asal wilayah Meepago yang sedang mengenyam pendidikan di kota Jayapura, kabupaten Jayapura, Papua Barat dan wilayah Indonesia Tengah serta Indonesia Barat tidak bisa pulang ke kampung guna rayakan Natal bersama orang tua dan sanak saudaranya

“Kami mendesak kepada Asosiasi Bupati Meepago harus segera buka akses laut dalam bulan Natal ini,” tegas Sekretaris Fraksi Bangun Papua DPR Papua, Alfred Fredy Anouw, via telpon, Minggu (13/12) siang

Desakan dibukanya akses laut untuk Pelabuhan Nabire, kata Alfred, sebagai wakil rakyat Papua, sudah ribuan kali dirinya telah ditelpon, di-SMS melalui pesan singkat, di-chat melalui media sosial oleh mahasiswa dan rakyat wilayah Meepago dari berbagai daerah di luar Meepagoo yang hendak pulang ke kampung.

Untuk ribuan mahasiswa dan orang Meepago itu berasal dari kabupaten Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, dan Puncak.

“Dalam tahun ini, sudah banyak mahasiswa asal kabupaten yang telah disebutkan di atas yang telah menyelesaikan pendidikan atau telah diwisuda. Sehingga, mereka ini juga mau pulang kembali ke daerah untuk mencari pekerjaan lagi,” kata politisi muda asal Dogiyai ini

Politikus muda dari Partai Garuda ini juga mengatakan, akses udara yang telah dibuka tersebut bisa dijangkau bagi para pejabat dan kalangan atas

“Bagaimana dengan mereka yang tidak mampu beli tiket pesawat?” tanya Anouw

Legislator yang sangat vokal terhadap masalah Papua ini meminta agar akses laut pelabuhan Nabire segera dibuka. Dengan catatan, protokol kesehatan tetap diterapkan pada setiap orang yang akan masuk

Reporter : Philemon Keiya

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *