nduga

By : Rumbewas Free’von21

Dibulan penuh kedamaian, dibalik lembah yang terjal, diatas tulang belulang para leluhur, malam itu embun yang turun membasahi dedaunan dan suara jangkrik yang terdengar menghiasi lembah sunyi. keheningan malam yang dingin gunung-gunung yang tinggi membuat sang surya tampak tak bercahaya.

Dibalik semak belukar tersirat berbagai macam ketakutan yang menghantui, membuat anak keriting itu tidak mampu menutup mata menikmati rasa kantuk yang datang menghampirinya.
Dalam keheningan malam Ia bercerita pada seekor kelinci yang dirangkulnya.

“ Di Gereja dong terus bernyanyi puji-pujian, lagu-lagu rohani terdengar dimana-mana. Sa sempat dengar lirik lagu “ Memang sedihku, sedih yang bisu hanya harap kepada pertolongan Tuhanku “bikin sa tra mampu untuk tahan sa pu air mata yang terus menerus turun tanpa control.

Sa ingin Tanya banyak hal tentang semua ini, Ketika sa mau bertanya ke sa Bapa, sedangkan sa Bapa su trada, sa bapa tewas karna sebuah peluru yang tembus de pu dada, sa ingin bertanya ke sa mama tapi sa Mama juga su pergi karna de tra mampu tahan serbuan penyakit mematikan.
Sa juga ingin bertanya ke sa punya sodara tapi dong juga su pergi karna tra mampu tahan lambung yang terus memberontak.
Akhirnya sa putuskan untuk tanya ke Tuhan.

· Tuhan apa sebenarnya yang kau kehendaki ?
· Tuhan apa yang membuat kami mengungsi dan harus tertindas seperti ini
· Tuhan mengapa kau beri harta yang berlimpahan kalau itu hanya dapat membunuh kami?
· Tuhan kami tra pantas untuk sambut kedatangan Yesus Kristus kah?
· Tuhan apakah kami harus menunggu-Mu turun dari langit menolong kami ? Tolong kas tau untuk sa Tuhan !

Hingga saat ini Trada satu pun jawaban yang muncul.
Sa dengar orang dong bicara di televisi, dikoran dan difacebook kalau torang satu pulau Papua ini bangsa Melanesia. Dong bilang torang ini saudara, saudara apa yang dimaksud? Sa benar-benar bingung. Sa dengar dorang bicara tentang firman Tuhan di Gereja-gereja “ Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri “ Kasih seperti apa yang dong maksud.

Sa dengar dong bilang Papua itu Daerah OTSUS, memang benar skali Papua ini Daerah Otonomi Kasus. Sa tra skolah, sa tra bisa baca, jadi sa susah mengerti apa yang dorang maksudkan. Bagaimana sa mau skolah, bagaimana sa bisa baca sedangkan sa saja tra pernah rasa bangku sekolah su hampir dua tahun ini. Sa selalu berpikir kenapa populasi manusia kian bertambah tapi rasa kemanusiaan semakin menipis.

Entahlah sa hanya berharap Tuhan bisa rubah takdir, tapi sa pu logika bilang Tuhan pun memandang rupa ( Kalau Tuhan memandang rupa berarti Tuhan pelaku Rasis ) sayangnya sa pu hati dan Iman selalu mampu mengalahkan sa pu Logika kalau Tuhan tra pernah salah.

Kalau Tuhan tra pernah salah trus siapa yang salah ? Tolong kastau saya dulu.
Sa pu Bapa deng Mama tra skolah, tapi dong ajarkan saya untuk tra baku jual, tra baku bunuh dan tra Skakar apalagi hanya karna gula-gula. Sa pu Bapa bilang : Uang tra sama dengan Manusia tapi kenapa uang bikin dorang baku bunuh.

Sa pu air mata su tra bisa keluar, dari Awal mengungsi sa punya harapan besar untuk sa pu kaka-kaka Mahasiswa, Sa pu Bapa-bapa di Pemerintahan. Sa berharap dong bisa sampaikan ke Bapa Presiden kalau sa su tra tahan hidup dalam ketakutan, sa lapar, sa sakit, sa pu air mata su habis !!!

Sayangnya sa pu harapan itu su tra berarti lagi, Sa Bapa pu darah dan Nyawa su tertutup OTSUS, Pemerkaran, Pilkada deng Hasil CPNS. Sa pu suara su habis, Trima Kasih Tuhan su kasih sa hidup sehingga sa tau betapa buruknya hidup dibawah Hukum Manusia.
Selamat Menyongsong Hari Natal, salam dari Kami Kaum tertindas yang tak diberi kebebasan menyambut Raja Damai.
Sampai Ketemu di Yerusalem baru !!!
Ndugama …..

Hanya Goresan singkat mengingatkan torang kalau Nduga juga ingin rayakan Natal

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *