Oleh: Arianto Kadir

Abad ke 21 adalah abad perkembangan teknologi informasi yang begitu massif dan meluas. Hal ini sudah pasti berpengaruh pada aspek pengelolaan Pendidikan, bahkan tidak tanggung-tanggung menurut beberapa pengamat Pendidikan bahwa telah terjadi pergeseran Paradigma arah dan orientasi pendidikan.

Postulat ini dapat diamati atau dibandingkan sesuai fakta dan data, kalau pada abad ke 20 arah pembelajaran lebih menekankan pada literasi bacaan, tulisan, dan matematika, sedangkan pada abad 21 ketiga kompetensi tersebut dijadikan sebagai modal dasar untuk mengembangkan literasi baru yaitu literasi manusia, big data, dan teknologi yang sangat penting untuk menghadapi era globalisasi dan era informasi, sebagai era gelombang ketiga setelah era pertanian dan industrialisasi. Era informasi ini lebih sering diistilahkan dengan era 4.0. dimana perkembangan cyberspace semakin cepat membawa perubahan budaya dan tradisi kehidupan umat manusia.

The Partnership for 21st Century Skills merumuskan bahwa seorang siswa (peserta didik/mahasiswa) tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga harus dibekali dengan perangkat yang memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi abad 21 yang tidak lain adalah era industry 4.0 dan berlanjut dengan 5.0. Para siswa bahkan mahasiswa harus kompeten dalam memahami dan menggunakan informasi, media, dan teknologinya.

Dalam Pendidikan dasar diperkenalkan Pembelajaran inovatif di abad 21 yang berorientasi pada kegiatan untuk melatih keterampilan esensial sesuai framework for 21st century skills, yaitu keterampilan hidup dan karir, keterampilan inovasi dan pembelajaran, dan keterampilan informasi, media, dan TIK.

Karakteristik pembelajaran untuk melatih keterampilan esensial tersebut mengarah pada proses pembelajaran yang interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik, sehingga dalam implementasinya pendidik dapat merancang kegiatan dengan memilih metode/model pembelajaran yang dapat mengakomodir keseluruhan karakteristik tersebut secara komprehensif.

Dari aspek Penilaian sebagai piranti utama Pendidikan pembelajaran, maka untuk pembelajaran abad 21 disusun dan dikembangkan untuk mengukur pencapaian belajar peserta didik yang meliputi kompetensi pengetahuan (berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, kolaborasi, kemunikasi), kompetensi intrapersonal (kemampuan kerja dalam tim, kolaborasi, komunikasi, kerja sama, dan koordinasi), dan kompetensi interpersonal (kemampuan untuk bekerja dengan orang lain seperti kemampuan manajemen diri, kerjasama, komunikasi yang efektif, dan kemampuan mejaga hubungan dengan orang lain secara emosional).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud pembelajaran inovatif abad 21, bertujuan mencetak sumber daya manusia yang melek informasi, big data, dan teknologi yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan hidup dan pasar kerja di era globalisasi saat ini dan di masa yang akan datang, Dengan tetap mengutamakan pembentukan karakter kebangsaan dan jiwa nasionalisme pada setiap anak bangsa, dengan memperhatikan prinsip-prinsip merdeka belajar atau belajar merdeka.

Salahsatu metode pembelajaran inovatif abad 21 sebagaimana yang di sampaikan Punya Mishra dan Matthew J. Koehler tahun 2006 dalam jurnal Teacher College Record, memperkenalkan Technological, Pedagogical, Content, and Knowledge (TPACK). Model ini adalah kerangka kerja integrasi teknologi yang mengidentifikasi tiga jenis pengetahuan yaitu teknologi, pedagogi, dan pengetahuan (knowledge). yang diperlukan guru yang perlu dikombinasikan untuk mengembangkan model pembelajaran demi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran modern.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *