Dogiyai, Suara Mee –Tim Penegak Kampung Mauwadide memperingati hari jadinya yang ke IX bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia [HAM] se Dunia. Minggu, (10/1/2021)

“Tim ini dibentuk semenjak tahun 2013. Dan sekarang kami rayakan yang ke IX”. Demikian disampaikan Koordinator TPKM, Markus Auwe.

Auwe mengatakan, tim ini dibentuk berlandaskan 10 Perintah Allah yang Nabi Musa ambil di Gunung Sinai. “Yang diartikan Larangan [Daa-Bahasa Mee] dan Puasa [diyo dou-Bahasa Mee]”, Katanya.

“Banyak sekali pemuda-pemudi melanggar akan ajaran-ajaran agama terutama larangan-larangan yang seperti miras, togel dan lain-lainya,” katanya.

Tim ini dibentuk bukan hanya musiman, namun benar-benar menegakkan berbagai persoalan yang menjadi yang menjadi pelanggaran 10 Perintah Allah tersebut.

Auwe yang sehariannya sebaga diakon [pelayan umat] di Paroki Santo Petrus Mauwa, dirinya sangat peduli dengan situasi sosial yang terjadi di wilayah parokinya.

Anggota lainya, Yuli Kogaa mengatakan “Kami sangat mengapresiasi yang mana pelayan umat mendukung dan menyadarkan umat, betapa pentingnya hidup didalam ajaran-ajaran gerejani,” katanya.

Reporter : Iso Tebai

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *