Nabire, Suara Mee – Petani jagung di Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, mengeluh dengan adanya bibit jagung yang dibagi gratis pemerintah. Pasalnya, biasanya bibit yang diberikan tidak dibarengi dengan pupuk sehingga terkadang gagal panen hingga hasil tidak memuaskan.

“Kadang kami kecewa kepada pemerintah, sudah bagus kasih bibit gratis tapi pupuknya tidak, kami harus beli sendiri. syukur kalau pupuk banyak bisa dapat, kalau pupuk langka kami sering kelabakan,” ujar Wellem Muyapa, salah seorang petani jagung usai memanen hasil kebunnya, Rabu (13/1/2021).

Menurut petani asli Papua di Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, ia dan teman seprofesi bahkan pernah gagal panen. Hal itu lantaran kurangnya pupuk serta banjir yang melanda kawasan perkebunan mereka. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap hasil panennya.

Ia mengaku, untuk sekali panen dari lahan satu hektar jika bibitnya bagus, dibarengi pupuk yang cukup maka hasilnya bisa memperoleh tujuh ton. Bila diuangkan juga tergantung dari harga di pasaran, bisa turun dan bisa naik. Misalnya panen berkurang maka harganyapun naik, sebaliknya kalau panen berlimpah harganya akan turun.

“Harga terendah untuk satu kilo jagung kering Rp3.000 per kilo dan tertinggi Rp6.000 per kilo. Jujur saja kadang kami merugi,” tuturnya.

Petani lainnya, Imam juga mengaku mengalami hal serupa. Pasalnya, pupuk bersunsidi sering tidak kebagian, mau tak mau solusinya adalah pupuk non subsidi walaupun harganya selangit.

“Kadang tidak kebagian pupuk subsidi. Jadi kami beli saja pupuk non subsidi. Jelas itu kalau panen kami akan rugi,” kata Imam.

Keduanya berharap kepada pemerintah setempat untuk memperhatikan persoalan pupuk agar petani tidak kesulitan bahkan harus mengeluarkan duit yang banyak untuk membeli pupuk. (*)

Reporter :Admin

Sumber : jubi.co.id

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *