Oleh Akulian Bukai Yeimo

Rakyat papua itu sendiri mengatakan Otonomi Khusus di papua gagal di empat sector dan Otonomi itu sendiri malapetaka bagi rakyat papua maka, Solusi terbaik referendum di papua, untuk membuktikan berapa pro kemerdekaan bangsa papua untuk siap menentukan nasib sediri dan pisah dari Negara kesatuan republic inodesia kemudian berapa banyak orang papua pro mempertahankan hidup bersama dengan Negara kesatuan republic Indonesia itulah sebabnya posisi papua saat ini solusi tepat untuk referendum agar membuktikan kedua hal ini sebagai jalan keluar menuju refendum di papua barat.

Ini Kegagalan otonomi khusus itu sendiri, Otsus di Papua Rakyat dinilai gagal total dan benar-benar tidak membawa manfaat dan tidak merasakan bagi orang asli Papua, dimana orang Papua tidak turut mengambil bagian di dalam implementasi otonomi khusus di berbagai sector baik itu sekot, ekonomi, infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Otonomi khusus tidak membawa dampak positif bagi perubahan orang asli Papua.Hal itu menyebabkan orang Papua mengganggap otonomi khusus di tanah Papua membawa persoalan dan pelangaran HAM trus menerus bagi orang Papua itu tandanya pandangan rakyat papua otsus gagal di papua.

Ada beberapa hal yang menyatakan bahwa otonomi khusus gagal di tanah Papua.

1.Benar Otonomi khusus dianggap tidak menyelesaikan masalah.

Persoalan Papua, Setiap tanggal 1 Desember orang asli Papua merayakan hari kemerdekaan atau hari pembebasan bagi orang asli Papua. Setiap tahun orang Papua rayakan hari kemerdekaan sebab orang asli Papua Memiliki sejarah 1 Desember merupakan hari kemerdekaan.

Berbagai jalan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tempuh untuk meredam dan menghilangkan keinginan orang Papua untuk merdeka, sehingga, negara Indonesia menganggap otonomi khusus di tanah Papua menjadi solusi di tanah Papua.
Disamping itu juga, negara mengkotak kotakkan orang Papua sehingga dlm proses Pembangunan di Kabupaten pun tdk berjalan akibat para pendatang turut mengambil andil yg besar dalam belanja Uang otsus. Padahal kewenangan dialihkan kepada pusat sebagai pengambil kebijakan.

Jalan terbaik yang diberikan oleh negara kesatuan Republik Indonesia adalah otonomi khusus, pemberian otonomi khusus dinilai sebagai suatu alat yang dapat menghapus ideologi orang Papua.

Otonomi khusus dianggap sebagai penghapus untuk menghapus keinginan orang Papua yang mau merdeka dan berdaulat di atas negerinya sendiri sebagai bangsa Papua, Otonomi khusus dianggap sebagai surga yang turun dari Jakarta Pusat untuk menjadikan Indonesia untuk menjadikan nyaman di Papua.

Pemberian otonomi khusus kini telah dirasakan oleh orang Papua sebagai bangsa pemilik kekayaan alam tetapi ternyata otonomi khusus justru kehancuran bagi tatanan hidup orang asli Papua. Hal ini membuat orang asli Papua ditekan, dibunuh, dikendalikan, bahkan dituduh objek yang telah gagal di dalam implementasi otonomi khusus.

Sebagai objek yang telah gagal dalam mengimplementasi otonomi khusus negara Indonesia memperlakukan pejabat Papua sebagai boneka Jakarta. Dengan jalan Negara Republik Indonesia menjadwalkan untuk mengevaluasi total anggaran otonomi khusus di tanah Papua.

Ada beberapa jabatan terhormat diisi oleh kelompok Pro Indonesia, mereka masuk sebagai jembatan untuk dapat mengevaluasi seluruh tatanan hidup Papua dalam penyelenggaraan otonomi khusus. Jika dipakai oleh Jakarta untuk menjadi solusi agar dapat mengevaluasi otonomi khusus ciptakan pokok-pokok pikiran yang dianggap akan menjadi dampak-dampak dampak-dampak perubahan orang Papua, Tetapi bagi orang asli Papua benar-benar menjadi malapetaka di dalam kehidupan Itulah sebabnya orang Papua menganggap Papua di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada berarti apa-apa.

Sangat banyak Masalayg terus dilancarkan okeh jakarta. Disamping itu juga Negara memunculkan gagasannya dalam wujudkan keadilan dan menyelesaikan masala papua yg semakin Hari semakin Meningkat ditanah papua.

Kekerasan terstruktur dan perspentif lainnya adalah wabah penyakit campak dan gizi buruk yang tidak pernah menyelesaikan, yang pada Januari lalu menewaskan puluhan anak-anak di Agats, Kekayaan yang dijarah Indonesia dari sumber daya alam Papua sangat melimpah tetapi rakyat Papua masih berkubang dalam kemiskinan, pendidikannya masih rendah, dan tingkat kematiannya yang lebih tinggi. Kombinasi antara kekerasan dan kemiskinan membuat dukungan terhadap kemerdekaan Papua semakin meluas.

2.Jakarta Menjanjikan Keadilan

Merujuk peristiwa yg kian bertambah pelanggaran HAM yang semain menjadi sorotan publik dan Suara yang terus hadir adalah suara menuntut kebebasan. Suara-suara ini menarik anak-anak muda Papua. Suara-suara ini tidak bisa diredam dengan represi dan kekerasan. Satu-satunya jalan terbaik baik bagi rakyat papua adalah meberikan fereremdum bagi papua barat untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Ir. Jokowi Dodo gagal membangun sebuah dialog damai dengan rakyat Papua. Padahal dialog damai sesungguhnya merupakan sarana yang efektif untuk mempertemukan rakyat Papua dan Pemerintah Indonesia dalam membahas perbedaan pendapat, pandangan dan pemahaman di dalam konteks mencari solusi damai di dalam sebuah negara demokrasi.

3.Sebagai jalan keluar atau solusi
Jalan satu satunya yang paling ampuh untuk mengobati luka Orang Papua adalah Referendum di papua, karena Referendum adalah jalan dimana orang papua menentukan Pilihan dan nasip masa depan Orang Asli Papua Antara hidup dan mati, dari situlah letak jalan yang paling baik untuk kedua belah pihak menentukan nasib dan keinginan orang Papua, Sekarang apakah referendum siap dilaksanakan dipapua dengan mengedepankan kualitas berdemokrasi yang bermutu dibawah pengawasan dunia internasional yang netral.

Penentu kemenangan antara NKRI harga mati dan papua merdeka harga mati. Akan nyata bila referendum dilaksanakan, Dan hasilnya dapat Digunakan Sebagai Referensi atau bahan pertimbangan didunia Internasional untuk menetapkan dan menentukan apakah rakyat papua menentukan merdeka atau melanjutkan Otsus untuk hidup Bersama dalam bingkai NKRI.

Penulis adalah Mahasiswa Papua juga Wartawan suarameepago.com

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *