Jayapura, Suara Mee – Yanis Soll, ketua pengurus Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo (KPMY) di kota studi Jayapura, mengatakan bahwa bantuan studi untuk mahasiswa-mahasiswi Kabupaten Yahukimo telah disalurkan melalui kordinator wilayah, dengan jumlah dana yang dilampirkan oleh pemerintah daerah betdasarkan Data Base Dinas pendidikan.
Hal itu disampaikan kepada suarapapua.com di Jayapura, Kamis (28/1/2021), setelah distribusikan dana yang telah ditransfer ke rekening pengurus oleh Pemda.

“Kami telah menerima dana bantuan dari Pemda melalui dinas pendidikan dan keuangan terus sudah dibagikan secara resmi kemarin (27/1/2020) kepada lebih dari dua ribu mahasiswa/i dari 51 Distrik, 518 Kampung dari 12 suku dengan bahasanya yang berbeda yang terhimpun didalam KPMY,” kata Soll

Ia menambahkan bahwa mekanisme distribusi bantuan tunai disalurkan melalui Korwil agar mempercepat proses pembagiannya.

“Jadi mekanisme pembagian yang kami lakukan adalah kami bagi melalui ketua-ketua korwil. Dan disini ada 3 korwil maka saya sudah serahkan dan utus mereka untuk salurkan dana kesetiap ketua-ketua Distrik. Dan kami sudah mendapatkan laporan bahwa ketua-ketua Distrik puas karena telah salurkan bantuan ini keanggotanya langsung. Sehingga kemarin, hari ini dan besok yang kuliah di Uncen masih bisa bayar SPP nya,” ujarnya.

Dirinya juga memberikan apreasi kepada Pemda yang telah peduli dengan Sumber Daya Manusia (SDM) Yahukimo.
“Atas nama mahasiswa/i Yahukimo yang mengenyam pendidikan di Keerom, Sarmi, Jayapura dan Kota Jayapura di Kota studi Jayapura kami pimpinan mahasiswa sampaikan banyak terima kasih kepada Pemda dalam hal ini Bupati Yahukimo, bapak Abock Busup dan Kadis Pendidikan, Kadis keuangan serta jajaranya yang telah melihat keluhan dan sudah peduli kami,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Nando Kobak, Sekertaris Umum KPMY menjelaskan transpransi penyaluran bantuan yang dilakukan pihaknya.

“Kami ingin jelaskan untuk mahasiswa angkatan 2019 yang tidak menerima hak beasiswanya. Jadi waktu itu data base angkatan 2019 tidak diajukan oleh pengurus lama ke Dinas Pendidikan karena mereka ada disemester 2 ditahun 2020. Sehingga mereka yang angkatan 2019 akan menerima beasiswanya tahun ini. Sebab yang berhak menerima beasiswa adalah semester 3 keatas. Terus dana ini seharusnya disalurkan bulan Juni/Juli/Agustus tahun 2020 tapi dengan berbagai kendala seperti Pilkada, reorganisasi KPMY dan pelantikannya yang terlambat. Maka awal tahun 2021 barulah dana ini disalurkan,” jelas Kobak.

Kemudiaan, Wanus Tibul Bendahara Umum KPMY meminta agar Pemda melunaskan tundakan-tundakan yang belum diselesaikan pengurus lama.

“Sekrin lampu asrama yang dicabut oleh pihak PLN karena tidak dibayar oleh pengurus lama selama 10 bulan itu, kami sudah lunaskan. Dan lampu asrama sudah menyala kembali. Terus masalah lain adalah kami sering diteror oleh pemilik kontrakan karena pengurus lama belum bayar, ini menjadi beban kami juga. Maka dengan itu, kami penuh berharap supaya pemerintah membantu kami selesaikan tungakan itu, agar tidak ada persoalan dalam pengurus kami,” harapnya.

Hanes Siep, Wakil ketua KPMY mengajak agar seluruh anggotanya bersinergi menjaga nama baik Pemda dan Komunitasnya.

“Di Yahukimo itu banyak distrik yang berbeda, bahasa dan suku yang berbeda tapi kami bangga dan suport karena bisa mendukung dan menerima kekurangan dan kelebihan kami. Maka kami berharap ditahun yang baru ini, mari kita bersatu, bekerjasama, buang ego, karena Yahukimo itu satu,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *