Jayapura,Suara Mee. com – Pelabelan teroris oleh Negeri Republik Indonesia melalui Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Ham [Menko Polhukam] Mahfud MD di Jakata, Kamis, [29/4/2021] yang ditujukan kepada TPN-PB atau sering disbeit sebagai KKB dianggap sebagai ancaman serius bagi Papua, khususnya rakyat sipil.

Pelabelan teroris oleh Negeri Republik Indonesia melalui Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Ham [Menko Polhukam] Mahfud MD di Jakata, Kamis, [29/4/2021] yang ditujukan kepada TPN-PB atau sering disbeit sebagai KKB dianggap sebagai ancaman serius bagi Papua, khususnya rakyat sipil.

Hal itu diungkapkan Laurenzus Kadepa, anggota Komisi I DPR Papua yang ia tulis melalui laman facebooknya bahwa label baru itu justru menambah masalah baru dan berkepanjangan di bumi Cenderawasih.
“Selama ini kami sudah cukup teriak keras agar pendekatan keamanan dihentikan Negara tak pernah dihargai suara kami,” ujar Kadepa.

Politisi Partai NAsional Demokrat [NasDem] ini menyarankan kepada forum komunikasi pimpinan daerah [Forkopimda] terutama Gubernur, Wakil Gubernur, pimpinan DPR Papua, dan MRP serta para Bupati dan Walikota harus soldi di segala situasi.

“Jangan biarkan rakyat berjalan sendiri seperti saat ini. Rakyat bicara lain, pimpinan kerja lain itu kan celaka. Faktanya saat ini rakyat ibarat anak ayam kehilangan induk,” ungkapnya prihatin.
Seperti dilansir detik.com, Menko Polhukam Mahfud MD telah mengumumkan sikap pemerintah terhadap sederet penyerangan KKB di Papua terhadap masyarakat sipil dan TNI, maupun Polri , Mahfud nyatakan sebagai teroris.
“Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif, dikategorikan sebagai teroris. Ini sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018,” kata Mahfud dalam konfrensi pers di kantor Kemenko Polhukam Jakarta.

Berikut ini, Perss release Pemerintah Provinsi Papua, menanggapi pernyataan negara Indonesia yang memberi label teroris kepada TPNPB/OPM. [*]


Sumber:Wagadei

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *