Benny Wenda: Pemerintah Indonesia  Segera Tarik Pasukan Dari Papua

Jayapura, Suara Mee – Presiden sentara Uniter Liberation Movement For West
Papua, (ULMWP) Benny Wenda meminta agar pemerintah Indonesia segarah memarik militer dari Papua dan Papua barat yang di nilai telah membunuh banyak orang Papua selama 60 tahun terakhir ini.

Wenda meminta agar pasukan Indonesia ditarik dari Papua Barat karena suda sangat meresahkan maayarakat dan banyak jatu korban.

“Seluruh pasukan Indonesia harus segera ditarik untuk mengakhiri pertumpahan darah, khususnya di Intan Jaya, Puncak, Yahukimo dan Nduga,” kata Benny Wenda kepada Suara Mee melalui pesan Whast Appnya, Kamis, (9/12).

Ia mengatakan Seluruh pasukan Indonesia harus segera ditarik untuk mengakhiri pertumpahan darah, khususnya di Intan Jaya, Puncak, Yahukimo dan Nduga.

” Berhenti membom desa, berhenti menembaki warga sipil dari helikopter, berhenti membakar rumah sakit dan menduduki sekolah. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional. Pemerintah Indonesia terus menyerang rakyat saya dan menyalahkan Tentara Papua Barat, para gerilyawan.,” katanya.

Diceritakan ini pola yang dilihat setiap saat, seperti pada tahun 2020 ketika tentara Indonesia membunuh kerabat Pastor Zanambani, membakar tubuh mereka dan membuang abunya ke sungai untuk menyembunyikan barang bukti.

“Militer kemudian menyiksa dan membunuh Pastor Zanambani dan menyalahkan Tentara Papua Barat, bahkan ketika organisasi mereka sendiri di Indonesia membuktikan keterlibatan militer. Semuanya ditutup-tutupi karena militer dan mantan jenderal di puncak politik Indonesia banyak berinvestasi dalam penebangan, kelapa sawit, dan pertambangan emas di Papua Barat. 200 pengungsi telah melarikan diri ke PNG dari Oksibil dan 30 lainnya telah melarikan diri ke Vanimo,” katanya.

Ia menambahkan akibat Krisis ini membutuhkan perhatian mendesak dari pemerintah PNG, karena Perdana Menteri Marape telah berjanji untuk menyambut para pengungsi Papua Barat.

“Menurut Dewan Gereja Papua Barat, 60.000 orang telah mengungsi sejak Desember 2018. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia harus segera berkunjung untuk menyaksikan situasi ini. Indonesia harus mengakhiri ini dengan memberi kami hak kami untuk menentukan nasib sendiri dan referendum kemerdekaan yang dipantau secara internasional,” katanya.

Reporter : Hengky Yeimo
Editor : –

situs
suarameepago

suaramee

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

'Yo Miye' (Istri-Istri) Kepala Sukudan juga ikatan-ikatan Perempuan di Kampung Yakonde yang akan Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI (Irfan/Lintas Papua)
Berita Mamta Tanah Papua

‘Yo Miye’ Kampung Yakonde Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI

SENTANI Suara Mee – Ondoafi Kampung Yakonde, Nicolas Daimoe melalui juru bicaranya, Kepala Suku Douge Imea, Donald Tungkoye, kepada Tim Media Center dan Publikasi KMAN VI menyampaikan, masyarakat di Kampung Yakonde sangat bersyukur bisa menjadi salah satu titik lokasi atau kampung yang dipilih sebagai tempat serasehan dan tempat penginapan sebagian peserta KMAN VI 2022. “Kami […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Polhukam

Pemprov Papua : Penetapan Tarif Baru Angkutan Umum Memperhatikan Kemampuan Masyarakat

Jayapura Suara Mee – Pemerintah Provinsi Papua dalam waktu dekat akan mengumumkan tarif baru angkutan umum, pasca kenaikan harga BBM jenis pertalite yang diputuskan Pemerintah Pusat baru-baru ini akibat imbas kenaikan harga minyak dunia. Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Muhammad Musa’ad memastikan penyesuaian tarif baru angkutan umum akan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat. […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Polhukam

Pemprov Papua : Hati-Hati Hoax Pemecah Belah Lewat Medsos

Jayapura, Suara Mee – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau warga di wilayahnya untuk mewaspadai hoax (berita bohong) pemecah belah kesatuan bangsa yang belakangan ini disebar lewat media sosial (medsos). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, di Jayapura, Selasa (20/9/2022). Jeri mengharapkan masyarakat pro aktif mengecek kebenaran dari setiap informasi […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More