OTSUS: Apakah Neo –Kolonialis Indonesia Akan Membagi Papua ke dalam 7 Provinsi

Oleh: Cristoforus A. Dogopia

Indonesia mempunyai pengalaman bersama Neo-Kolonialis Belanda. Belanda hanya mengakui Republik Indonesia Serikat, yang mana Indonesia terbagi dalam 7 Negara bagian, 9 Daerah Otonomi, yang mana sejatinya, total Negara bagian RIS adalah 16 Negara. Banyak negara bagian yang pro terhadap Belanda, bekerja sama dengan Pemerintahan Belanda waktu itu. Belanda juga pada waktu itu mengusai beberapa negara bagian. Dengan pembagian tersebut memudahkan Belanda memecah-belah di Indonesia.

Indonesia menyadari politik “devide et impera” kolonial belanda tersebut, maka pada tahun 1950, Indonesia mengumumkan Kesatuan Negara Republik Indonesia, sebagai upaya membendung hegemoni Belanda dan politik pecah-belah oleh Belanda.

Bukan tidak mungkin, hal ini jugalah yang akan dilakukan oleh Indonesia di West Papua. Indonesia dapat saja memekarkan Papua menjadi 7 provinsi berdasarkan peta 7 wilayah Adat di Papua, yakni; Mamta, Saireri, Douberai, Bomberai, Meepago, Lapago dan Anim Ha.

Masing-masing Provinsi tersebut diberi Otonomi Khusus. Sehingga beberapa Provinsi lainnya dapat dengan mudah dikuasai oleh Indonesia apabila PAPUA MERDEKA, Lepas dari NKRI. Dapat kita katakan, wilayah Papua yang didominasi oleh pendatang dari Indonesia adalah bagian dari provinsi di Indonesia. Sedangkan wilayah lainnya yang didominasi oleh Orang Papua yang menuntut MERDEKA, dilepaskan dari bagian NKRI.

Dari 7 provinsi tersebut, para pejabat Orang Asli Papua ( 7 Gubernur, 7 DPR, 7 MRP, 7 KAPOLDA, 7 PANGDAM ) yang pro Indonesia akan mendukung OTSUS dan Bersama NKRI. Sedangkan yang pro-rakyat Papua, lepas dari NKRI dan mendirikan Negara West Papua.

Kemungkinan besar, OTSUS akan memberikan peluang kepada neo-kolonialis Indonesia untuk membagi Papua ke dalam 7 provinsi, berdasarkan pemetaan 7 wilayah Adat. Apalagi jika itu didukung oleh “semangat” sukuisme dan primordialisme Orang Asli Papua untuk menjadi “TUAN” di Negeri Sendiri dalam Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ya, kita akui, Indonesia sudah punya pengalaman itu bersama kolonialis Belanda.

)* Penulis Adalah Ketua Yayasan Universitas Kaki Abu (UNIKAB) Jayapura-Papua

situs
suarameepago

suaramee

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

'Yo Miye' (Istri-Istri) Kepala Sukudan juga ikatan-ikatan Perempuan di Kampung Yakonde yang akan Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI (Irfan/Lintas Papua)
Berita Mamta Tanah Papua

‘Yo Miye’ Kampung Yakonde Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI

SENTANI Suara Mee – Ondoafi Kampung Yakonde, Nicolas Daimoe melalui juru bicaranya, Kepala Suku Douge Imea, Donald Tungkoye, kepada Tim Media Center dan Publikasi KMAN VI menyampaikan, masyarakat di Kampung Yakonde sangat bersyukur bisa menjadi salah satu titik lokasi atau kampung yang dipilih sebagai tempat serasehan dan tempat penginapan sebagian peserta KMAN VI 2022. “Kami […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Lingkungan Meepago Penkes Tanah Papua

Distrik Tigi Barat Melakukan Penanaman Papan Nama Larangan Perjudian Dan Masalah Sosial

Deiyai, SUARA MEE .com – Pemerintah Distrik Tigi Barat Melakukan Penanaman Papan nama Larangan Perjudian dan Masalah Sosial di Pertabatasan Distrik dan Perempatan Jalan Pada Senin, (06/06/2022). Kepala Distrik Tigi Barat Demianus Badii, Amd.Sos Mengungkapkan Menindak lanjuti Kesepakatan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan bersama Intelektual Tigi Barat, Pada Tanggal, 19 […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Perempuan & Anak Tanah Papua

Group Ester akan Gelar Seminar dan KKR Pemulihan Tanah Papua

Jayapura, Suara Mee – Ketua Umum Aliansi Woman Papua Group Ester, Herlina Murib mengatakan, Doa Puasa menjadi target usai melaksanakan seminar sehari dan Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) untuk Pemulihan Tanah Papua.Tujuan dilaksanakanya kegiatan ini guna pemulihan di Tanah Papua. “Panitia penyelenggara seminar dan KKR pemulihan tanah Papua memasung tema yang diambil dari perikop, (Matius 17:21) […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More