‘Yo Miye’ Kampung Yakonde Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI

'Yo Miye' (Istri-Istri) Kepala Sukudan juga ikatan-ikatan Perempuan di Kampung Yakonde yang akan Siapkan Menu Lokal untuk Peserta Sarasehan KMAN VI (Irfan/Lintas Papua)

SENTANI Suara Mee – Ondoafi Kampung Yakonde, Nicolas Daimoe melalui juru bicaranya, Kepala Suku Douge Imea, Donald Tungkoye, kepada Tim Media Center dan Publikasi KMAN VI menyampaikan, masyarakat di Kampung Yakonde sangat bersyukur bisa menjadi salah satu titik lokasi atau kampung yang dipilih sebagai tempat serasehan dan tempat penginapan sebagian peserta KMAN VI 2022.

“Kami sudah melakukan rapat bersama dengan semua elemen yang ada di kampung, baik itu adat, pemerintah kampung, gereja, ikatan-ikatan perempuan dan pemuda. Kami membahas persiapan tamu-tamu dari seluruh Nusantara yang akan hadir di kampung kami saat pelaksanaan kongres masyarakat adat ke- VI pada tanggal 24-30 Oktober 2022 nanti,” Kata Donald Tungkoye.

Untuk konsumsi, Donald Tungkoye menuturkan, sudah dibahas bersama-sama dengan Yo Miye (Istri-istri) dari Kepala Suku dan juga ikatan-ikatan Perempuan di Kampung Yakonde. “Untuk Konsumsi, kami berharap, panitia lokal bisa serahkan ke kampung dan pihak ‘Yo Miye’ yang akan bertanggungjawab untuk memberi makan kepada para tamu yang akan hadir di kampung. Selain menu umum, ada menu lokal yang akan dipersiapkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Istri Kepala Suku, Katrin Taime bersama dengan Istri Ondoafi dan Ibu Kepala Kampung mengatakan, bahwa pihaknya sangat siap melayani konsusmsi untuk para peserta yang akan hadir di kampung, sesuai arahan dari bapak Ondoafi dan Kepala-kepala Suku.

“Selain menu umum yang wajib disiapkan, kami juga akan menyiapkan menu lokal seperti Papeda, Ikan Ebehele, (ikan yang dimasak dalam belanga tanah liat), umbi-umbian, sayur-sayur, sagu bakar dan lain sebagainya. Kami akan kerja sama dengan ibu-ibu PKK, dan persekutuan Wanita di Gereja (PW). “Dapurnya ada dua yaitu, untuk menu umum dan menu lokal,” ungkap Katrin Taime.
Untuk itu, Katrin Taime berharap, ada kerja sama yang baik dari Panitia KMAN ke- VI, Pemerintah Kampung dan Ikatan Perempuan Kampug ‘Yo Miye’, untuk mempersiapkan konsumsi bagi tamu yang akan hadir di kampung.***

Editor: Muhammad Irfan.

situs
suarameepago

suaramee

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Polhukam

Pemprov Papua : Penetapan Tarif Baru Angkutan Umum Memperhatikan Kemampuan Masyarakat

Jayapura Suara Mee – Pemerintah Provinsi Papua dalam waktu dekat akan mengumumkan tarif baru angkutan umum, pasca kenaikan harga BBM jenis pertalite yang diputuskan Pemerintah Pusat baru-baru ini akibat imbas kenaikan harga minyak dunia. Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Muhammad Musa’ad memastikan penyesuaian tarif baru angkutan umum akan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat. […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Polhukam

Pemprov Papua : Hati-Hati Hoax Pemecah Belah Lewat Medsos

Jayapura, Suara Mee – Pemerintah Provinsi Papua mengimbau warga di wilayahnya untuk mewaspadai hoax (berita bohong) pemecah belah kesatuan bangsa yang belakangan ini disebar lewat media sosial (medsos). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, di Jayapura, Selasa (20/9/2022). Jeri mengharapkan masyarakat pro aktif mengecek kebenaran dari setiap informasi […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Komisioner Komnas HAM RI, Choirul Anam menjelaskan hasil pemantauan dan penyelidikan awal Komnas HAM RI atas kasus pembunuhan dan mutilasi di Mimika dalam keterangan pers yang berlangsung di Jakarta, Selasa (20/9/2022). - Dok. Humas Komnas HAM RI
Berita Polhukam

Komnas HAM minta penyidikan kasus mutilasi Mimika terapkan Scientific Crime Investigation

Jayapura, Suara Mee – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM RI mendorong penyidikan kasus pembunuhan dan mutilasi empat warga Nduga di Kabupaten Mimika menerapkan Scientific Crime Investigation. Penerapan Scientific Crime Investigation dibutuhkan untuk menyingkap semua komunikasi yang dilakukan para tersangka melalui gawai atau telepon genggam. Hal itu dinyatakan Komisioner Komnas HAM RI, Choirul […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More