Jayapura Suara Mee – Mahasiswa Deiyai se-Jayapura sampaikan aspirasi penolakkan Pemekaran 10 Distrik dan 109 kampung, di Kantor DPRP Provinsi Papua. Senin, 16/11/2020.

Aksi ini, di warnai dengan orasi-orasi kritis penolakkan Distrik dan Kampung di halaman Parlement Of Papua.

Berikut adalah pernyataan sikap mahasiswa Deiyai Se-Kota Studi Jayapura.

Kami Solidaritas Mahasiswa Deiyai dengan tegas menolak pemekaran 109 kampung dan 10 Distrik dengan melihat latar belakang yang tidak memenuhi kriteria atau syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Kami Mahasiswa Deiyai dengan tegas menolak 109 Kampung dan 10 distrik karena tidak memenuhi syarat-syarat dalam memekarkan daerah otonomi baru.
  2. Saat ini, jumlah penduduk dan pendapat asli daerah kabupaten Deiyai tidak memenuhi syarat untuk memekarkan kampung dan distrik yang mana telah di amanatkan di dalam UUD No. 17 Tahun 2014 tentang pemerintah desa atau kampung dan peraturan pemerintah No.13 Tahun 2018 tentang pembentukan distrik.
  3. Kami Mahasiswa Deiyai menilai dan melihat bahwa pemekaran distrik dan kampung bukan solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di kabupaten Deiyai seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan dan masalah-masalah sosial lainnya.
  4. Kami Mahasiswa Deiyai dengan tegas sampaikan kepada segelintir elit politik untuk tidak mempolitisir atau jadikan masyarakat Deiyai sebagai objek ambisi kekuasaan dan politik pribadi

Demikian pernyataan mahasiswa bersama akar rumput mahasiswa, dapat di pergunakan sebagai mana mestinya, atas perhatian dan kerjasama dari semua pihak di ucapkan terimakasih banyak.

Reporter: Simion Kotouki

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *