Jayapura Suara Mee – Seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Satya Wiyata Mandala ( Uswim) Nabire, Maria G. Nokuwo membuka les privat matematika bagi siswa-siswi SD dan SMP, karena kepedulian dan niatnya demi generasi Papua.

“Sejauh ini, siswa semakin hari semakin bertambah. Hingga saat ini sudah 37 siswa aktif mengikuti les, dan itu terdiri dari Siswa SD 25 orang dan siswa SMP 12 orang. Biaya les perbulan Rp. 25.000 per siswa,” katanya saat dihubungi wartawan Suara Meepago via hand phone, Selasa (22/11/2020).

Les yang dibuka di Karang Barat, Nabire pada awal Oktober tersebut, menurut Nokuwo, semua aktivitas dan proses belajar-mengajarnya pun berjalan lancar.

“Saya buka les ini karena saya mendapatkan kata-kata motivasi dari bapak Osea Petege. Bahwasanya yang punya keahlian harus buka kursus baik itu matematika, TIK, bahasa Inggris, musik dan lainnya, supaya dari itu kamu dapatkan modal Rp5.000.000, dan itu sudah kuat untuk kembangkan usaha kamu,” ucap Maria, meniru kata motivasi Osea Petege.

“Kemudia Bapak Frans U. Magai juga pernah sampaikan bahwa sekarang bukan orang Jawa, Batak, dan wilayah lain lagi yang mengajarkan kita, tetapi Papua sendiri yang mengajarkan anak-anak muda Papua. Jadi nama tim les ini adalah Papua Mengajar Papua,” tambahnya.

Para siswa lebih senang ikut les dibanding belajar di sekolah, sebab mudah dipahami dan rileks proses belajarnya.

“Sampe siswa sendiri katakan lebih bagus ikut les dari pada belajar di sekolah” dan saya pun menjadi semangat mendengar kata ini,” ujarnya.

Dalam seminggu “kami belajar selama 4 hari, tetapi saya sudah bagi hari yaitu TK dan SD belajar hari Senin dan Rabu, kemudian SMP belajar hari Selasa dan Kamis.”

“Walaupun sebagai manusia kadang rasa lelah, tetapi saya tetap mengajar siswa saya pada jam les yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Maria berharap semoga siswa-siswi yang dididiknya kelak bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

“Terlepas dari itu, mimpi panjang saya adalah ingin membuka ruang belajar yang lebih besar lagi,” harapnya.

Jika modal mencukupi, “saya ingin sekali buka les yang ada karyawannya. Tidak hanya matematika, tetapi mata pelajaran lainnya seperti, TIK, bahasa Ingris dan musik.”

Sementara itu, salah satu orang tua murid, Yulita Nokuwo mengaku bahwa setelah mengikuti les matematika, anaknya cepat mengerti dan tanggap.

Lanjut Yulita “harapan kami ke depan untuk anak-anak kami harus menjadi orang yang pintar dalam dunia matematika dan sukses.”

Ia juga berpesan pada Maria Nokuwo bahwa jangan pernah tinggalkan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ibu guru, untuk mendidik anak-anak generasi Papua.

Reporter: Simion Kotouki

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *