Marsia Giyai adalah seorang perempuan Papua di wilayah suku mee yang berani melawan semua ketidakadilan dan figure penggerak pembangunan di wilayah adat Meepago di Papua. Ia adalah figur perempuan Mee di aspek Ekonomi, Politik, Sosial, dan lainya pada masanya.

Sejarah Mencatat Perempuan Suku Mee Pernah membawa Perubahan Besar di Nabire karena Ia Mengajukan Program Pembangunan jalan Nabire Menuju Paniai.

Dan juga Ibu Marsia Giyai adalah pengerak dan Saksi Mata Peristiwa di Tahun 2001 di Oyehe Nabire dan PEPERA 1969.
Kemudian, ia telah mengambil peran penting dalam perjalanan Pembangunan dan penggerak elemen perempuan untuk tetap menyuarakan berbagai persolan yang tidak terlaksanakan oleh Pemerintah saat itu. Hal ini dapat digambarkan dalam kutipan surat kabar Online Wagadei.com, bahwa Ia Mengajukan Program Pembangunan jalan Nabire Menuju Paniai

Ibu Marsia juga pernah menduduki sebagai Anggota DPRD Nabire, Sejak Ibu Marsia Giyai di DPRD Nabire, Ia pernah Buat Banyak Terobosan. Terobosan-Terobosan itu Salah Satunya adalah Mengajukan Program Pembangunan Jalan Darat Nabire Menuju Paniai. Yang Hingga kini telah terlaksana. Kemudian yang lain, gerakan yang ia Bangun membentuk persatuan Pedagang Asli Papua dan Dan Pedagang Pendatang Papua di Oyehe pada Tahun 1999.

Hanya karena Ibu Marsia Giyai Perempuan Mee yang gagah Berani ini Jalan Trans Nabire Paniai beroperasi Sebab Programnya seketika Ia Menduduki Anggota DPRD Kab Nabire. Pada Zaman Sekarang Nabire membutuhkan Perempuan-Perempuan yang Mampu Menerobos masuk Pembangunan Nabire yang Mandiri dan Sejahtra demi Kepentingan Umum.

Perempuan Mee Harus dan mampu memimpin Nabire baik itu Melalui Kursi Eksekutif dan Legislatif ataupun itu Gerakan Sosial lainya. Di Dorong Dengan Pengalaman dan Kinerja Marsia Giyai, Perempuan MEE yang tangguh ini Perempuan MEE harus jadikan Batu loncatan dan kisah motivasi perempuan Mee Untuk Menjadi Pemimpin yang Hebat. Karena Perubahan yang Besar itu, terjadi dan ada ketika Perempuan itu mampu melihat Rumahnya atau Dapurnya. Sekalipun Laki laki juga Mampu Kerja.
.
Maka itu Bagi Perempuan jangan pernah pikir bahwa perempuan tak Mampu pimpin dan tak bisa rubah apapun, namun bangkit untuk tetap melanjutkan Kinerja dan Program Marsia Giyai yang telah ia tinggalkan di Nabire.

Seiring perkembangannya Yufinia Mote hadir lagi di Nabire, setelah perempuan menjadi Figur pembangunan. Yufinia Mote lebih memperhatikan dalam melakukan pembangunan, kesejahtraan, kesetaraan, pemberdaan Ekonomi, keadilan dan pengamanan di Nabire dengan tidak merendahkan kedudukan perempuan pada saat ini.

Dalam hal ini, Figur Perempuan Nabire Yufinia Mote menjadi lebih berkembang dan mempunyai pergaulan yang melampaui Nabire. Ia mampu membangun relasi serta menyadarkan dengan berbagai jaringan masyarakat dan perempuan untuk mengenai kesadaran dan solidaritas perempuan Nabire untuk melanjutkan Pembangunan Nabire.

Sejak tahun 2010 ia juga menjadi penggerak ekonomi perempuan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak. Salah satunya dengan mengajak perempuan untuk mengadakan berbagai pelatihan dan pengembangan kualitas Perempuan Nabire.

Yufinia Mote mengikuti jejak Marsia Giyai bahwa ibu Mote telah Merumuskan dan melaksanakan keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan di Pelosok dan pedalaman Nabire. Hal ini di benarkan oleh Musa Boma bahwa “Yufinia Selalu melakukan kunjngan pada setiap PKK di Desa yang ia Rencanakan dalam Agenda Kunjungan Kerja”.

Dari pengabdian perempuan Papua khususnya perempuan Mee sangat di kagumi banyak orang. Perempuan Papua tak asing lagi untuk memimpin di Eksekutif dan Yudikatif karena Perempuan Papua (Mee) dengan programnya sangat kreatif tentunya membangun dan memberdayaakan, menyejahtrakan, Mengispirasi dan membuka daerah daerah yang terisolasi.

Oleh karena itu, dari jejak Marsia Giyai yang membangun dan mengispirasi ini tentunya Perempuan Papua khususnya suku Mee harus mampu memperjuangkan dan melanjutkan perjalanan dan jejaknya di Semua Bidang agar perempuan Papua pun juga mampu berada di Garda terdepan pembangunan daerah dan Bangsa. Maka dengan itu Yufinia Mote perempuan Papua di Nabire mampu mengukir dan melanjutkan pembangunan dan jejak Perempuan inspiratif Marsia Giyai di Kabupaten Nabire.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *