Jayapura, Suara Mee – Tokoh Pemuda asal Kabupaten Puncak Simson Mom menyampaikan prihatin dan Duka mendalam atas peristiwa penembakan yang dilakukan oleh Aparat Kemanan oknum TNI pada pada Senin, 23 November 2020 yang menewaskan satu rekan ASN dua pelajar regenerasi Puncak dan satu orang pelajar juga yang selamat

Mom mengatakan, kronologinya bahwa dua pelajar dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mereka hendak pulang dari Distrik Agandugume menuju ke kampung halamannya di Distrik Gome Kabupaten Puncak. Ditengah Perjalanan sampai perbatasan Ilaga-Agandugume mereka bertemu dengan Aparat TNI-POLRI dan tidak ada Kata-kata langsung ditembak mati ke 3 Warga Sipil.

“Mereka yang ditembak mati adalah Akis Alom ,berusia 34 tahun, Aparatur Sipil Negara (ASN) bendahara Pada Dinas Pertanian Kabupaten Puncak Ilaga (meninggal dunia). Les Modib, Berusia 19 Tahun, Status Masih Pelajar di SMK Gome Kelas III/3 di Gome Kabupaten Puncak Ilaga (meninggal dunia), Manus Murib yang selamat karena dia terkena tembakan di samping leher, Manus Murib yang kini dirawat di rumah Sakit Kabupaten Mimika, tulis Simson Mom dalam release yang diterima oleh, Suara Mee, Selasa (24/11/2020).

Mom mengatakan, Wenis Murib, berusia 13 Tahun, Status Masih Pelajar di SD YPPK Mundirok Kelas 6 di Distrik Gome Kabupaten Puncak Ilaga (meninggal dunia ).

“Kami meminta kepada pihak berwajib untuk segera melakukan investigasi dan mengadili pelaku ini merupakan pelanggaran HAM dan hukum terhadap manusia Papua khususnya generasi penerus di ilaga Puncak,” katanya.

Mom mengatakan, semua Masyarakat, Intelektual dan ASN sebagai korban harus bersuara bersama, mendukung dan mendesak agar DPRD Puncak ataupun DPRD Provinsi wajib membentuk PANSUS DPRD, Sebagai lembaga representase masyarakat yang mempunyai legal standing.

“Kami masyarakat, Intelektual dan ASN sebagai korban harus bersuara bersama, mendukung dan mendesak agar DPRD Puncak ataupun DPRD Provinsi wajib membentuk TIM PENCARI FAKTA, yang tergabung dari LSM, Pengiat HAM, Unsur ASN/Pemerintah, DPR, Intelektual dan Unsur Gereja, agar pelaku mendapatkan proses hukum,” katanya.

Mom mengajak agar semua berfikir positif dan tidak emosional, agar kita menyelesaikan persoalan ini. “Saya harap Komnas HAM bisa menginvestigasi kematian tiga orang dan satu orang siswa yang terluka,” katanya.

Reporter : Admin

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *