Nabire,Suarameepago– Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) hadir di Nabire, di kesempatan kali ini, anggota Ko’Sapa, Sesilius Kegou mengajak anak muda untuk lebih giat menulis. Pantauan media ini, kegiatan tersebut berlangsung di aula Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jl. Morgo, Nabire. (Sabtu, 28/11/2020).

Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 09:00 WP. Dalam pemaparan materi, Sesilius Kegou mengajak, anak muda Papua harus menjunjung tinggi martabatnya, selain itu, Kegou beberkan, sejarah bangsa Papua mesti gali melalui menulis.

“Saya harap, anak muda Papua harus hargai etnis, budaya bahkan sejarah. karena adanya literasi, kita bisa tunjukkan bahwa bangsa Papua bukan bangsa budak,” kata penulis buku Kumpulan Cerpen Jejak Darah juga selesai raih sarjana Hukum di UNTAG Semarang ini dalam Pelatihan.

Lanjut Sesilius, dari kegiatan ini mesti mengayomi dan kaderisasi pada anak muda Papua di masa yang akan datang agar keinginan anak muda Papua hasilkan sesuatu, seperti menulis buku. Hal yang sama, lelaki berdarah Piyaiye ini mengutarakan jajahan halus melalui pendidikan.

“Kita sedang dijajah juga melalui Pendidikan, di Sekolah, kita dapat pelajaran PKN dan Sejarah, dua pelajaran ini adalah bentuk jajahan, karena kita belajar tentang Sejarah dari berbagai monumen dan jandi di Indonesia dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Jelas, kita lupa sejarah bangsa Papua dan perjuangan Papua yang seharusnya kita pelajari,” kata Kegou disapa pemilik pena emas ini.

Saat kegiatan berlangsung, salahsatu anggota pelatihan, Yohanes Wakei berharap, Ko’Sapa harus buka kegiatan serupa ini di setiap daerah, pemain Gerbang Papua FC ini pun membenarkan kegiatan jurnalistik di Nabire sangat minim.

“Seharusnya literasi ini harus pupuki di setiap daerah seluruh Papua. Seperti disini, di Nabire selama ini sangat kurang.Setelah kk Sesilius Kegou, SH pulang dari Studinya ‘Semarang’ sudah mulai nampak literaasi pada kalangan muda Papua,” tutur Jhon di halaman KNPI Nabire.

Pelatihan menulis Cerpen dan Puisi, bertema “Bangkit Generasi Muda Papua Bersama Literasi” ini, setiap anggota mempraktekan diri menulis pusi dan cerpen hingga usai dengan Doa pada pukul 02:10 WP.

Reporter: SM

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *